Amaq Rasip Berhasil Menjadi Petani Kopi di Lahan Yang Gersang

Lombok Tengah, kabarntb. id – Desa Segala Anyar adalah Desa yang Subur, dengan berbagai komoditas pertanian yang tumbuh dan berbuah di tanahnya. Salah satunya adalah Kopi jenis Arabika dan Robusta yang tumbuh hingga berbuah dan Panen di Kebon Kopi Langan Dadih, Dusun Kadik II, Desa Segala Anyar. Kebon Kopi ini berada di lahan seluas 12 are dan telah ditanami kopi sejak 4 tahun lalu. Dilahan itu terdapat 300 pohon kopi dan saat ini telah memasuki masa panen.

Amaq Rasip pemilik kebon kopi mengatakan pohon kopi yang ditanamnya empat tahun lalu hari ini bisa berbuah lebat dan membuahkan hasil yang cukup banyak di bandingkan panen pada tahun lalu.

“Saya tidak menyangka di lahan yang gersang ini pohon kopi robusta dan arabika bisa tumbuh, untuk itu Saat ini saya lebih fokus ke tanaman kopi dan alhamdulillah panen kopi tahun ini hasilnya cukup banyak, ” Kata Rasip. Minggu 13 April 2026.

Selain menanam kopi, Amaq Rasip juga menyediakan bibit kopi arabika bagi para petani yang tertarik untuk mengikuti jejaknya menanam kopi.

Sebelumnya, berbagai komoditas pertanian pernah ditanam di lahannya itu, seperti pisang, pepaya dan lainnya namun belum membuahkan hasil yang signifikan, sehingga dirinya terus melakukan upaya untuk mengganti dengan tanaman lain. Hingga suatu hari dirinya nekat membeli bibit kopi dan menanamnya di lahan tersebut hingga hari ini dapat membuahkan hasil.

Kendati demikian meski di usianya yang sudah di angka 60 tahun idak menghalanginya untuk mempelajari hal baru, karena kopi jenis arabika hanya dirinya saja yang baru mulai menanam. Berbagai inovasi dan rekaya lingkunhan yanh dilakukan sehinggal alhamdulillah panennya di tahun keempat bisa lebih membuahkan hasil.

Merespon hal tersebut, kepala Desa Segala Anyar Ahmad Zaini mengatakan bahwa desa Segala anyar memiliki potensi pertanian yang sangat strategis, terutama karena karakteristik lahan yang ada didominasi lahan kering dan tadah hujan.

Petani petani kita mengoptimalisasikan lahan tadah hujan dengan menanam berbagai komoditas salah satunya yang dikembangkan oleh orang tua kami amaq rasip dengan menanam kopi robusta dan arabika, dengan lahan yang terbatas beliau dan dengan tantangan keterbatasan air mampu membuktikan bahwa jenis kopi jenis robusta dan arabika bisa tumbuh subur dan menghasilkan selain komoditas lain yang ditanam oleh warga segala anyar melon, semangka, cabe, tomat bawang.

Dengan potensi besar dalam pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan pemdes melalui bumdes dan kelompok petani muda, berikhtiar mengembangkan pupuk organik dari kohe (kotoran hewan) yang sumbernya dari kandang sapi, kambing, ayam yang ada di wilayah Segala Anyar.

“Dan sekarang ini kita menjalankan kerjasama dengan wakai farm jepang untuk mengembangkan atau budidaya sayur – sayuran organik dan rencana wakai farm akan membangun greenhouse untuk mendukung upaya pengembangan tersebut,” Tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *