Lombok Tengah, Kabarntb.id – Memperingati Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H pada hari Minggu 23 April 2023 bertepatan dengan malam Senin Bupati Kepala Daerah Kabupaten Lombok Tengah mengundang seluruh jajaran OPD, mulai tingkat bawah hingga kalangan pejabat, guru, Kepala desa, kadus dan seluruh elemen masyarakat dan jajaran Forkompinda Lombok Tengah, guna menghadiri acara Halal Bihalal yang dikemas dalam bingkai merajut silaturahmi yang diadakan di Pendopo Bupati Lombok Tengah.
Halal Bihalal dengan tema memperkuat ukhuwah wathoniyah bashariyah dan islamiyah tersebut, terlihat ribuan masyarakat hadir tumpah ruah memadati acara.
Dalam sambutannya Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri S.IP didampingi Wakil Bupati Dr. Nursiah S.Sos M.Si, mengatakan. Kami berdua selaku khadam atau pelayan masyarakat Lombok Tengah, bersama beliau “kaktuan Nursiah, setiap waktu setiap saat dalam perjalanan pemerintahan, seiring waktu terus berjalan saling memberi dan mengumpani bersama beliau.
Banyak hal kekurangan didiri saya dilengkapi beliau dan banyak hal lebih didiri beliau kami ambil sebagian untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lainnya,” ujar Bupati.
Dalam perjalanan itu mungkin ada sesuatu tidak pernah terpikirkan menjadi kekhilafan oleh karena itu dalam hati yang paling dalam, saya secara pribadi kepada beliau memohon maaf yang seluas luasnya kata Bupati, seraya diamini Wakil Bupati dengan sikap hormat hingga merapatkan kedua tangan sembari menunduk melepas senyum tulusnya.
Terima kasih diucapkan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkompimda ) atas kebersamaan selama ini untuk membangun silaturahim, hubungan sinergisitas, kolaborasi pemerintahan yang menjadi harapan masyarakat desa, demi terciptanya Lombok Tengah yang aman damai dan ketentraman ditengah masyarakat.
Dalam tema ukhuwah Islamiyah ini bupati mengatakan, kalau ukhuwah itu adalah rasa toleransi, rasa kebersamaan, niat dan nawaitu yang paling dalam untuk menjalin hubungan diantara kita semua. Kemudian ukhuwah basyariyah yakni antara hubungan manusia dengan negara.
Kenapa dalam bernegara NKRI disebut harga mati, karena itu adalah sesuatu yang mutlak dilakukan oleh setiap warga negara dan kita harus menyebut hubungan dengan negara itu dengan sebutan ukhuwah wathaniyah guna menciptakan NKRI yang baldatun thayyibatun warabbun ghofur atau negeri yang aman makmur damai dan sentosa atau sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam hingga kebaikan prilaku seluruh penduduk negeri,”ungkap Bupati.
Selain itu ada yang disebut hubul wathan wathaniyah ata hubul wathan minnal iman yakni cinta tanah air adalah sebagian daripada iman dan ada ukhuwah wathaniyah didalamnya. Itu sebabnya menjaga kedaulatan Republik Indonesia ini bukan keharusan tapi kewajiban,
Kalau mau aman Kabupaten Lombok Tengah maka jalinan ukhuwah wathaniyah ini terus kita jalankan diantara kita semua,”imbuh Bupati.
Kemudian ada ukhuwah islamiyah yaitu hubungan diantara sesama muslim harus dijaga karena di agama lain juga begitu, yakni ada ukhuwah hinduniyah ukhuwah budhaniah dan ukhuwah kristeniah, atau hubungan diantara agama dan bunyinya di kitab itu, hubungan manusia dengan agama, namun karena kita sesama agama islam maka disebutlah ukhuwah islamiyah, yaitu hubungan sesama muslim.
Kita harus maklumi, jumlah penduduk Lombok Tengah ini kurang lebih sekitar satu juta seratus ribu jiwa,” kata Bupati, oleh karena itulah kita harus saling memaafkan dalam bingkai halal bihalal pada hari kemenangan umat muslim, yakni pada hari Raya Idul Fitri ini,” tutup Bupati.(KN-01)






