Lombok Tengah, Kabarntb.id – Setelah sempat viral lantaran dugaan penolakan pasien kini RSUD Praya kembali diterpa isu kurang sedap yakni tentang limitnya stok obat di RSUD Praya yang membuat pelayanan terganggu.
Lege Warman Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah yang tergabung dalam komisi IV membidangi kesehatan mengatakan, RSUD Praya saat ini di duga sedang dalam pase limit setok obat hal itu dikarenakan Plt Direktur RSUD Praya tidak berani menandatangani pembayaran obat dari awal tahun, sehingga pihak suplier obat tidak mau lagi mengirimkan obat ke RSUD Praya.
“Ini dampak dari tidak adanya direktur dipinitif di RSUD Praya karena Plt tidak berani tanda tangan pembayaran obat. Kalau sudah setok obat limit bagai mana mungkin RSUD Praya berani terima pasien, sehingga tentu imbasnya berdampak terhadap pelayanan dan masyarakat yang di rugikan,” Kata Legewarman.
Atas dasar itu pihaknya di komisi IV DPRD Lombok Tengah pernah ingin melayangkan surat ke Plt Direktur RSUD Praya pada tangal 12 oktober 2022 untuk melakukan sidak kaitan dengan aduan masyarakat yang di tolak berobat lantaran setok obat di RSUD Praya tidak ada. Namun surat itu batal di kirim lantaran Plt Direktur RSUD Praya meminta untuk di tunda karena waktu itu masih mengikuti pelatihan PIM di luar daerah.
“Aduan masyarakat kaitan dengan tidak adanya setok obat di RSUD Praya perlu kami telusuri karena ini menyangkut keselamatan masyarakat banyak,” Kata Lege. Selasa 18 Oktober 2022
Atas dasar itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali melayangkan surat untuk melakukan sidak ke RSUD Praya.
“Jangan sampai stok obat habis dan menelan korban jiwa lagi baru kita mulai bertindak,” Paparnya
Ketua DPC PBB Lombok Tengah menegaskan kalau benar itu terbukti maka pihaknya akan meminta Pemda Lombok Tengah untuk segera menunjuk Direktur RSUD Praya agar permasalahan obat dan pelayanan segera normal kembali.
“Kami berharap supaya kualitas pelayanan di RSUD Praya semakin membaik. Jangan karena hanya permasalahan internal lantas merugikan masyarakat,” tutup Legewarman.
Sementara Plt Direktur RSUD Praya saat di konfirmasi melalui pesan singkat whatsap belum memberikan keterangan sama sekali. (KN-Red)






