DPRD Loteng Kembali Soroti Minimnya PAD dari Pengelolaan Lahan Parkir

Lombok Tengah, kabarntb.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Lombok Tengah kembali menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak parkir yang dinilai kurang maksimal pengelolaan sehingga potensi kebocoran lebih besar.

H. Ahmad Supli Ketua Komisi I DPRD Lombok Tengah, menegaskan, dalam persoalan ini dewan pernah melakukan pertemuan dengan Bupati, Wabup bahkan Sekda. Namun menurutnya, jalan keluar adanya sinergi Pemkab dengan penyelenggara. Supli juga meminta dimasukan orang – orangnya di manajemen keuangan, tapi tidak disetujui. Untuk itu juga harus ada terobosan pemkab.

“Kami punya banyak orang ahli. Kami di DPRD sudah minta masukan orang-orang kami yang cerdas jadi pengelola malah tidak dimasukan,” ungkapnya, Sabtu 25 Maret 2023.

Salah satunya kata Supli, dibuktikan dari hasil pajak parkir pada perhelatan World Superbike (WSBK) 2023 kemarin. Pihak pengelola parkir PT INO hanya menyetor Rp 45 juta.

“Makanya saya bilang, masukan orang kami di manajemen pengelolaan. Kan itu kita minta. Justru orang pemda tidak ada masuk,” cetusnya.

Selain itu Supli juga menyinggung jangankan orang pemda bisa masuk di dalam manajemen. Bupati HL Pathul Bahri saja dipersulit masuk ke Sirkuit International Mandalika saat WSBK.

“Saya tersinggung itu sampai bupati dipersulitkan,” tegasnya.

Untuk itu, politisi PKS ini ingin penyelenggara di panggil untuk membahas hal itu semua. Mulai sisi parkir bahkan penataan UMKM agar lebih jelas dan tidak ada yang dirugikan.

“Saat pertemuan di kantor bupati ini pernah kami sampaikan itu. Kami minta mereka dimasukan, tapi tidak jelas alasannya,” tutup Supli. (KN-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *