H Zamroni Aziz Hadiri Rakornas Kepegawaian di Senggigi Lombok

Lombok Barat, kabarntb.id – Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB H. Zamroni Aziz mewakili Kementerian Agama Prov. NTB Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. NTB, UIN Mataram dan STAHN Gde Puja Mataram menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan Rakornas Kepegawaian yang diselenggarakan di Aruna Hotel Senggigi Minggu, 26 November 2023.

“Atas nama Keluarga Besar Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk Rektor UIN Mataram termasuk Rektor STAHN Gde Puja Mataram menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar – besarnya karena NTB dipercaya sebagai lokasi tempat untuk membicarakan sebagai apapun persoalan terkait Kepegawaian di Kementerian Agama,“ Ungkap H. Zamroni Aziz

Menurut H. Zamroni Aziz apapun hasilnya, pasti nanti akan dibicarakan itu hasil diskusi di Lombok Nusa Tenggara Barat dan kalau itu dibicarakan sekali, dua kali, ketiga kali pasti akan kembali lagi ke tempat ini.

Secara khusus, orang no 1 di Kanwil Kemenag Prov. NTB mengucapkan selamat datang di NTB.

“Atas nama keluarga besar kementerian Agama Nusa Tenggara Barat mengucapkan selamat datang di Nusa Tenggara Barat ini yang terdiri dari 10 Kabupaten Kota dan tiga suku Sasak, Samawa, Mbojo,“ Ujarnya

Ditempat yang sama Kepala Biro Kepegawaian Sekjen Kemenag RI mengungkapkan kebijakan sumber daya manusia menjadi suatu pilar yang penting yang betul – betul bisa mengarah pada tercapainya good government. Tentu aspek organisasi akan menjadi bisa berjalan untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi bilamana di isi dengan aparatur yang profesioanal, aparatur yang bisa mendorong organisasi untuk mencapai tujuan – tujuan’ Ungkapnya

Lanjut, Plt Karo Ortala kemenag RI juga bersyukur, dalam beberapa waktu terakhir tata kelola Kepegawaian kementerian Agama semakin mencapai titik atau nilai yang baik. Ada beberapa indikator yang disampaikan.

“Insyaallah 3 tahun terakhir sistem merit Kementerian Agama dalam kategori baik dari sebelumnya kurang. Tentu sistem merit dengan berbagai indikator capaian yang diperoleh Kementerian Agama lebih banyak bagaimana respon Kementerian Agama terhadap perkembangan dan juga menghadirkan aparaur sipil Negara yang professional,“ Ujarnya

Doktor lulusan Universitas Indonesia ini juga membeberkan banyaknya penghargaan yang telah di raih Kementerian Agama.

“Kita mendapatkan penghargaan dalam berbagai hal termasuk Norma Standard Prosedur Kriteria sebagai salah satu kriteria ysng dilaporkan kepada presiden oleh Badan Kepegawaian Negara dari situ grade Kemneterian Agama itu D ( Delta ) dan Alhamdulillah tahun ini kita menjadi B ( Bravo ),” Tambahnya

Menurutnya, Tahun lalu Kementerian Agama mendapatkan penghargaan dari PANRB sebagai organisasi Best Satker untu kategori Harmoni dari seluruh Kementerian Lembaga dan hanya ada 3 Kementerian yang memperoleh penghargaan dalam kontek nilai – nilai budaya kerja organisasi yang akronimnya adalah BERAKHLAK. Dan tahun ini, Kementerian Agama juga mendapatkan beberapa pengakuan, penghargaan dan ini adalah ciri organisasi Kementerian Agama terutama para ASNnya yang semakin baik, tata kelolanya semakin maju, layanannya semakin cepat walaupun tentu masih banyak isu – isu aktual dan juga permasalahan yang akan dituntaskan dalam rapat koordinasi ini

Ada beberapa isu strategis yang menurut Nurudin masih sama – sama ditunggu terkait kebijakan pengadaan ASN. Kementerian Agama bersyukur bahwa Kementerian Agama mendapatkan porsi terbesar untuk pengadaan PPPK tahun 2022 dari 49 ribu lebih formasi yang kita terima kita mendapatkan 39.969 yang lulus dan itu didalamnya ada 10.300 PPPK melalui mekanisme optimalisasi dan saya meyakini itu yang pertama dan yang terakhir

Selain itu, Tidak hanya aspek pemenuhan ASN selanjutnya adalah hal yang lebih menantang adalah bagaimana menghadirkan ASN yang professional, ASN yang kompeten, dan pada gilirannya Kementerian Agama akan menjadi organisasi besar yang kompetitif

Seperti yang dijelaskan Plt Karo Ortala ini, bahwa Rakornas Kepegawaian yang diadakan di Senggi Lombok ini juga akan membahas persoalan tantangan kepegawaian termasuk isu – isu kebijakan alih daya dan sebenarnya bulan 28 November ini adalah batas terakhir bahwa non ASN akan bisa diselesaikan dan akan dituntaskan dalam kesempatan yang baik ini. Sehingga UU No 20 tahun 2023 yaitu perubahan UU Aparatur Sipil Negara ini menjadi tantangan buat kita untuk sama – sama kita bahas juga.

Beberapa isu terkait ASN kemudian terkait dengan Assesment, uji kompetensi bagi ASN kita terkait pengolahan data yang valid, terkait rotasi – rotasi, promosi pola karir ASN akan dibahas dalam Rakornas Kepegawaian di Lombok yang di buka langsung oleh Sekjen Kemenag RI. (KN-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *