Lombok Tengah, Kabarntb.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) telah melakukan kunjungan pemantauan terhadap proses transformasi pembelajaran di Kabupaten Lombok Tengah. Dari hasil pemantauan itu penerapan kurikulum merdeka belajar di Lombok Tengah tingkat SD/MI telah berjalan sangat baik sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Terkait hal itu HL Idham Khalid Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah mengatakan penerapan kurikulum merdeka pihaknya sudah menerapkan di beberapa sekolah sebagai percontohan dengan hasil yang sangat luar biasa berdasarkan pantauan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) terhadap SDN 2 Batunyala dan SDN Setiling .
Namun pihaknya belum merasa puas dengan apa yang dicapai hari ini karena kedepan masih bayak yang harus dibenahi agar apa yang diprorgaman pemerintah pusat ini dapat terwujud dan diterapkan di semua sekolah yang ada di Lombok Tengah.
“Hasil pemantauan langsung terhadap 2 SD dan MI oleh kementerian sangat baik, Namun kami tidak merasa bangga bahkan kedepan kami bersama Kamenag Lombok Tengah akan terus bersinergi berupaya semaksimal untuk mencapai target yang lebih baik lagi dalam penerapan tranpormasi belajar dalam program kurikulum merdeka belajar,” kata Idham. Jum’at 27 Januari 2023.
Mantan Inspektur itu menambahkan Kurikulum Merdeka Belajar ini menawarkan struktur kurikulum yang lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial sehingga memberikan keleluasaan bagi guru untuk mengajar sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa.
Kurikulum Merdeka juga mempunyai sejumlah keunggulan dibandingkan kurikulum sebelumnya, yaitu lebih sederhana dan mendalam; lebih merdeka, lebih relevan dan interaktif.
“Kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka harus memperhatikan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran,” papar Idham
Lebih jauh Idham memaparkan sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik dengan tetap memperhatikan lima prinsip kurikulum medeka belajar yakni.
1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.
2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
4. Pembelajaran yang relevan yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
“Ia sekolah memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik dengan tetap memperhatikan lima prinsip tersebut,” terang Idham
Idham juga berharap dengan telah suksesnya penerapan transformasi kurikulum merdeka belajar di dua SDN sebagai pilot projek itu dapat di telurkan ke sekolah yang lainnya.
“Tentu kami berharap kepada sekolah sekolah yang telah berhasil dibina oleh inovasi hendaknya dapat mengimbaskan ke sekolah lainnya,” imbuh Idham
Sementara H Jaelani Ibrahim Kakemenag Loteng mengatakan pendidikan ini adalah tanggung jawab semua pihak dalam hal urusan mencerdaskan anak bangsa. Tentu melalui program literasi kurikulum merdeka belajar ini pihaknya akan bersama sama berkomitmen untuk mencerdaskan anak bangsa.
“Ini tugas kita kedepan bersama KaDisdik Loteng mengsukseskan program pemerintah transformasi pendidikan dalam kurikulum merdeka belajar, yang mana sejauh ini kamu juga telah menerapakan kurikulum itu di beberapa MI yang ada di wilayah ninaan kami,” tutup Idaham. (KN-01*)







