MIN 1 Lombok Tengah Sukses Padukan Pendidikan Seni Budaya dan Agama

Lombok Tengah, kabarntb.id – Di era globalisasi ini Mandrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Lombok Tengah terus mempertahankan budaya lokal dengan menerapkan belajar mengajar sekaligus praktik pelaksanaan budaya lokal suku sasak untuk anak didiknya. Hal itu terbukti dengan digelarnya pelaksanaan ujian praktik seni budaya dan prakarya (SBDP).

H Jaelani Ibrahim Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah (Kemenag) mengapresiasi MIN 1 Loteng sukses melestarikan budaya yang mana saat ini di era globalisasi budaya lokal seakan akan tergerus oleh budaya barat, namun tidak degan MIN 1 Lombok Tengah yang mampu melestarikan budaya dengan menerapkan seni budaya lokal di anak didiknya.

“Ide cemerlang Kepala MIN 1 Loteng bersama guru-guru patut kita apresiasi karena di era digitalisasi ini budaya lokal seakan akan sirna terlebih bagi generasi penurus kita yang saat ini lebih cenderung menyukai budaya barat dari pada budaya lokal, namun MIN 1 Loteng sukses melestarikannya melalui program seni budaya dan prakarya (SBDP) kepada anak didik,” kata Kemenag Loteng yang didampingi ketua Pengurus DWP Kementerian Agama Lombok Tengah Ibu Hj Siti Mahmudah Jaelani. Sabtu 18 Maret 2023.

Selain itu H Jaelani juga mendukung penuh kegiatan itu yang mana menurutnya Lombok Tengah saat ini menjadi salah satu tujuan wisata dunia. Lombok Tengah banyak memiliki destinasi wisata yang dapat di jual ke wisatawan salah satunya wisata seni budaya yang tidak kalah menariknya dengan budaya luar.

“Lombok Tengah ini adalah kabupaten yang paling central dengan pariwisata serta budaya dan tradisi Suku Sasak yang sangat kental adat istiadat, jadi langkah MIN 1 Loteng menerapkan SBDP sangat tepat,” ujarnya

Selain sukses memadukan pendidikan seni budaya dengan pendidikan agama, MIN 1 Loteng juga sukses di bidang akedemik terbukti dengan berhasilnya meraih 18 mendali di bidang Olimpiadi Sains. Untuk itu 2024 mendatang MIN 1 Loteng akan menjadi salah satu Madrasah Ibtidakiyah di Lombok Tengah yang akan menerapkan kurikulum merdeka.

“Kita patut bangga dengan torehan prestasi yang berhasil di ukir siswa siswi MIN 1 Loteng, ini harus dipertahankan terus,” ujarnya

Mahrup Rufyan Kepala MIN 1 Loteng mengatakan pihaknya berinisiatif melestarikan budaya lokal yang terintegrasi dengan agama islam, dengan tujuan agar anak-anak di usia dini ini dapat mengenal budaya yang ditinggalkan nenek moyangnya, dengan begitu anak-anak akan cinta terhadap budaya yang diwarisinya.

Dalam ujian praktik SBDP hari ini siswa-siswi mempraktikkan langsung budaya sasak seperti penggunaan bahasa sasak alus saat megundan di acara hajatan (Menyilak), Menyajikan Makanan (Mesajik) penggunaan pakaian adat (Godek Nongkek) dan penggunaan bahasa sasak alus (Bahasa daerah yang baik dan sopan).

“Kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi, jadi ini adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan anak-anak didik terhadap warisan budaya yang di tingalkan nenek moyang kita,” terang Mahrup.

Ia juga mengaku saat ini pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak luar untuk mencari bakat anak didik dalam bidang olah raga salah satunya sepak bola yang mana saat ini anak-anak sudah mulai ikut di beberapa pertandingan.

“Selain berprestasi di bidang pendidikan kami juga ingin melihat anak-anak berprestasi di bidang olah raga juga, untuk itu kami mohon dukungan dari semua pihak agar apa yang di programkan pihak sekolah hari ini dapat menuai hasil yang maksimal,” ujar Mahrup

Mahrup juga menyampaikan pihaknya dengan Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah telah menjalin komunikasi dan sepakat tahun ini Disdik Loteng akan mengikut sertakan MIN 1 Loteng dalam lomba 02SN, itu artinya siswa siswi akan bertanding dengan siswa siswi dari SDN.

“Ini merupakan tantangan untuk anak-anak kita, mudah mudahan nanti MIN 1 Loteng mampu keluar menjadi juara umum,” tutup Mahrup. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *