Lombok Tengah, kabarntb.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) menggelar ”acara gawe adat Masmirah yang dirangkai dengan penganugerahan gelar Pengerakse Gumi Tastura oleh Majelis adat Sasak yang dilanjutkan dengan perayaan Lebaran Topat 1446 Hijriah”, Senin (7/4) di kantor Bupati kabupaten Lombok Tengah.
Hadir dalam acara itu Bupati Kabupaten Lombok Tengah, HL. Pathul Bahri, Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah, HM. Nursiah, para tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Lombok Tengah, para sesepuh dan pemangku budaya,
Dalam sambutannya Bupati Pathul menyampaikan, puji syukur kita panjatkan ke hadirat allah subhanahu wa ta’ala, tuhan yang maha esa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-nya, kita dapat berkumpul di tempat yang berbahagia ini dalam rangka gawe adat masmirah, sekaligus merayakan tradisi lebaran topat 1446 hijriah.
acara ini menjadi sangat istimewa karena dirangkaikan dengan penganugerahan gelar kehormatan “pengerakse gumi tastura” kepada kami, bupati dan wakil bupati lombok tengah periode 2025–2030, ujarnya.
Sebuah penghargaan yang begitu dalam maknanya, bukan hanya sebagai bentuk kehormatan, tetapi juga sebagai pengingat dan amanah agar senantiasa kompak dan selalu bersinergitas menjaga, melestarikan, dan membangun Kabupaten Lombok Tengah tercinta ini dengan penuh tanggung jawab bersam semua OPD dan pejabat lintas sektoral di Lombok Tengah.
Selanjutnya ketua DPD Partai Gerindra NTB itu menyampaikan, ” rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, para tokoh adat,dan majelis adat sasak yang telah memberikan kepercayaan ini”, ungkapnya syukur.
Kami menyadari bahwa gelar pengerakse gumi bukanlah simbol semata, namun merupakan panggilan untuk menjadi penggerak harmoni, pengayom budaya, dan pelindung nilai-nilai luhur masyarakat Lombok Tengah.
Tradisi lebaran topat, yang merupakan wujud syukur masyarakat sasak setelah enam hari puasa sunnah Syawal, adalah salah satu warisan budaya yang memperkuat identitas kita sebagai masyarakat religius, toleran, dan penuh kearifan lokal. Kegiatan seperti ini menjadi pengikat sosial yang mampu menjaga harmoni, mempererat silaturahmi, dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, mari kita jaga dan terus lestarikan adat dan budaya warisan leluhur ini, sembari tetap bergerak maju dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. mari kita jadikan Lombok Tengah sebagai daerah yang Masmirah (mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan harmonis).
Akhir kata, atas nama pribadi dan pemerintah daerah,saya mengucapkan selamat lebaran topat 1446h, semoga kebahagiaan dan berkah selalu menyertai kita semua. (Dod)






