PDAM Cabang Pratim, Gercep Tangani Aduan Pelanggan

Lombok Tengah, kabarntb.id – karyawan cabang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng), bergerak cepat mensterilkan sampah sampah, termasuk menggali tanggul di bawah pipa besar PDAM, yang diduga jadi penyebab menumpuknya sampah dan air irigasi naik ke jalan raya.

“Tadi pas saya mau ke kantor, saya lihat air irigasi di perbatasan Mujur Serewa Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah mengering, di atasnya ada pipa PDAM yang selalu di duga penyebab sampah sampah tersumbat, dan ternyata di bawah pipa ada bekas tanggul, sepertinya itu yang jadi penyebab utama penumpukan sampah, bukan di sebabkan pipa PDAM,” Tutur Kepala cabang PDAM Praya Timur Loteng Sunardi, Rabu (9/4).

Setelah di ukur lanjutnya, ternyata posisi pipa cukup tinggi dan malah posisinya lebih tinggi dari jalan. Atas hal itu, pihaknya yakin terjadinya tumpukan sampah yang mengakibatkan saluran air tersumbat, bukan di sebabkan keberadaan pipa PDAM, melainkan ada bekas tanggul di bawah pipa.

“Tadi bekas tanggul yang tak ada fungsinya itu, kita gali dan insyaallah saya yakin ketika datang air tidak akan naik lagi, air pasti lancar,” katanya.

Diakuinya, sebelumnya memang tempat ini air irigasi selalu naik ke badan jalan dan banyak yang mengira itu di sebabkan pipa PDAM yang mengundang sampah.

Namun ternyata itu tidak benar, kendati demikian pihaknya bersama petugas cabang PDAM Praya Timur, melakukan gotong royong dan mensterilkan lokasi, kendati itu bukan tugasnya.

“Itung itung amal jariah untuk kenyamanan pengguna jalan, yang bukan tugasnya kita lakukan pembersihan, semoga irigasi di perbatasan ini tidak naik lagi ke jalan,” harapnya.

Selanjutnya kepada masyarakat, pihaknya berharap untuk menanamkan rasa cinta kebersihan. Dengan cara tidak membuang sampah di sembarangan tempat.

Jika ini bisa dilakukan, insyaallah tidak akan ada lagi penyumbatan di saluran ini, sebab faktor utama naiknya air ke jalan raya di sebabkan sampah yang menutupi gorong – gorong irigasi.

“Setelah ini kami berharap tidak ada lagi air yang meluap ke jalan raya,” tutupnya. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *