Siswa MIN 1 Loteng Membeludak, Sarpras Belajar Mengajar Kurang Memadai

Lombok Tengah, kabarntb.id – Di bawah kepemimpinan Munawir Halil Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kabupaten Lombok Tengah mampu membuat MIN 1 Loteng menjadi Madrasah incaran para wali siswa di saat musim pendaftar siswa baru, tentu hal itu tidak lepas dari banyaknya prestasi yang mampu ditorehkan sejumlah siswa MIN 1 Loteng setiap tahunnya baik dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga ditingkat Nasional.

Namun dengan bertambahnya jumlah siswa membuat proses belajar mengajar di MIN 1 Loteng sedikit terganggu lantaran sarana prasarana (Sarpras) belajar mengajar di MIN 1 Loteng belum terlalu memadai.

Munawir Halil Kepala MIN 1 Loteng membenarkan di tahun ajaran 2023 ini saja tercatat sebanyak 315 orang yang mendaftar tetapi pihak Madrasah hanya mampu menerima 210 siswa.

“Kami bersyukur MIN 1 Loteng menjadi Madrasah incaran wali murid di Kota Praya,” ujar Munawir saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa 25 Juli 2023.

Namun lanjut Munawir dengan membeludaknya jumlah siswa berimbas ke aktifitas belajar mengajar yang kurang maksimal dikarenakan masih minimnya sarana prasarana belajar mengajar dan ruang kelas yang tidak mampu menampung 990 siswa.

Untuk mengatasai hal itu pihaknya mengsiasati proses belajar mengajar dengan cara membagi menjadi 2 sip, yang mana sip pertama diisi siswa kelas satu mulai dari jam 07:00 Wita sampai pukul 10:00 Wita. Sementara sip ke dua diisi siswa kelas 2 mulai dari jam 10:00 Wita sampai jam 12:00 Wita. Sementara untuk siswa kelas 3 – 6 tetap berjalan normal.

“Mau tidak mau dengan keterbatasan ruang kelas itu pihak sekolah mengsiasati dengan membagi jadwal belajar menjadi dua sip,” ujar Munawir

Atas hal itu mantan Kepala MIN 3 Loteng itu berharap kedepan adanya penambahan ruang kelas agar siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya tampa membagi sip lagi.

“Akan kami sampaikan hal ini ke Pak Kamenag dan Pak Kanwil mudah -mudahan apa yang diharapkan ini dapat diwujudkan demi kebaikan anak didik kita,” ujar Munawir

Sementara Pak Rudi salah seorang wali siswa kelas 2 mengatakan dengan adanya pembagian sip belajar ini membuat anaknya sedikit malas masuk ke Madrasah hal itu lantaran di jam 10:00 -12:00 itu kebanyakan anak anak seusia anaknya asik bermain sehingga malas masuk kemadrasah.

“Ia ada perubahan perilaku terhadap kebiasaan anak, awalnya saat kelas 1 di pagi hari itu anak saya dengan riangnya masuk sekolah, tetapi setelah ada sip jam belajar sekarang anak jadi agak malas berangkat karena ke asikan bermain,” ujar Rudi saat di temui sedang mengantar anaknya ke Madrasah.

Oleh sebap Itu Pak Rudi berharap pihak sekolah segera menambah lagi ruang kelas agar siswa tidak lagi di bagi jadwal belajarnya.

“Ini hal yang serius yang harus segera ditangai Kementerian Agama Lombok Tengah karena prestasi itu di topang dengan sarana prasarana yang memadai juga,” tutupnya. (KN-01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *