Lombok Tengah, kabarntb.id – Tingginya angka putus sekolah Komisi IV DPRD Lombok Tengah (Loteng), merekomendasikan Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng, untuk segera membentuk tim verifikasi klarifikasi terkait jumlah data anak putus sekolah di Loteng.
Melalui wakil ketua Dua DPRD Loteng H. Lalu Sarjana, wakil ketua Komisi Sepuluh DPR RI Lalu Hadrian Irfani, meminta untuk memperjelas data yang sudah naik di media, terkait jumlah angka putus sekolah di Loteng.
Dasar inilah yang membuat dirinya selaku ketua komisi IV DPRD Loteng, yang membidangi Pendidikan, memanggil Lima instansi yang berhubungan langsung dengan persoalan tersebut, untuk diklarifikasi.
“Info ini datang dari wakil Bupati Loteng, makanya kita minta data valid, apakah data yang di sampaikan beliau sahih atau tidak, makanya kami bentuk tim verifikasi klarifikasi dengan mengundang Lima instansi yang berhubungan langsung dengan persoalan itu, dan ternyata hasil tim verifikasi klarifikasi tersebut tidak sampai 15 ribu lebih melainkan berjumlah 14.212,” bebernya.
Untuk diketahui awal mula munculnya angka 15 ribu lebih anak Loteng putus sekolah, berawal dari pernyataan Wakil Bupati Loteng Dr. HM. Nursiah. Sehingga hal tersebut melahirkan kegelisahan dan informasi tersebut tembus ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud ristek) Republik Indonesia. (Dod)






