Lombok Tengah kabarntb.id – Carnaval Busana Putri Mandalika tahun 2026 yang di selenggarakan di Pantai Seger Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah di meriahkan berbagai macam festival, salah satunya carnaval yang paling memukau dan melibatkan banyak peserta yakni carnaval busana. Jumat 6 Februari 2026
Dalam carnaval busana ini panitia penyelangara menargetkan jumlah peserta 1000 putri mandalika (Siyu Putri Mandalika). Di acara carnaval ini para peserta harus berbusana layaknya Putri Mandalika bagi peserta wanita, sementara bagi peserta pria harus berpakaian layaknya para pangeran dari kerajaan.
Kali ini ratusan siswi utusan Kemenag Lombok Tengah termasuk didalamnya siswi MAN 1 Lombok Tengah tampil memukau, dengan paras cantik dibalud dengan busana layaknya Putri Mandalika seperti di dalam cerita sejarah sasak tentang cantiknya paras Putri Mandalika. Sehinga banyak para pangeran dari sejumlah kerajaan besar kala itu bersaing memperebutkan Putri Mandalika untuk di jadikan permaisurinya.
Begitu juga dengan keikut sertaan siswi dari MAN 1 Lombok Tengah binaan H. Lalu Syahdi Kepala Kantor Kemenag Lombok Tengah menambah aura positif dan kemeriahan acara Carnaval Busana Cort Event Bau Nyale tahun 2026 menjadi semakin hidup dan memukau.
H. Lalu Syahdi Kepala Kemenag Lombok Tengah mengatakan sebagai bentuk kecintaan dan pelestarian budaya sasak yang tercantum dalam cerita sasak tentang putri mandalika, pihaknya mengirim ratusan siswi dari beberapa madrasah negeri tergabung menjadi satu, dengan semangat yang sama yakni melestarikan budaya sasak (Putri Nyale), hal itu untuk menjaga agar cerita rakyat ini tetap hidup hingga dimasa mendatang.
“Kami apresiasi Pemda Lombok Tengah dan Pemerintah Provinsi NTB yang terus melestarikan budaya kita cerita rakyat, tentang Putri Mandalika yang menggema hingga ke seluruh dunia,” Kata H. Lalu Syahdi.
“Atas dasar itu juga kali ini kami dari Kemenag Lombok Tengah ikut serta memeriahkan dengan menghadirkan 500 siswi sebagai Putri Mandalika dan 100 guru yang tergabung dalam carnaval ini, salah satunya siswi MAN 1 Loteng,” lanjut Lalu Syahdi.
Terpisah H. Masdiono Kepala MAN 1 Lombok Tengah menyampaikan dengan di ikut sertakan puluhan siswi MAN 1 Loteng dalam acara carnaval budaya ini, secara tidak langsung telah mengajarkan mereka untuk cinta terhadap budaya yang di tinggalkan nenek moyangnya.
“Alhamdulilah di carnaval busana putri mandalika tahun ini kami telah mengirim puluhan siswi untuk ikut berpastisipasi membantu pemerintah daerah melestarikan budaya sasak, dan mempromosikan ke dunia tentang keberagaman budaya Indonesi. Serta menjadi catatan sejarah pribadi pada siswi yang ikut di acara ini,” ujar Masdiono
Menanggapi hal itu Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi Kementerian Agama Lombok Tengah yang telah ikut melestarikan budaya sasak dalam Carnabal Busana Siyu Putri Mandalika Event Bau Nyale tahun ini.
“Terimakasih kepada Kemenag Lombok Tengah telah ikut berpartisipsi melestarikan budaya sasak, semoga tahun depan Kemenag Lombok Tengah kembali dapat mengirim Putri Mandalikanya dalam acara carnaval event bau nyale tahunan yang sudah masuk dalam kalender event nasional ini, sekali lagi terimakasih atas partisipasinya dalam memeriahkan acara ini,” tutup Bupati. (Dod)






