Lombok Tengah, kabarntb.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah kembali tercoreng lantaran adanya dugaan bullying hingga pengeroyokan yang dialami dua orang siswa di salah satu Madrasah yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.
Nurdin orang tua dari siswa inisial AHA mengatakan, anaknya yang masih duduk di kelas 3 MTS Swasta diduga dibullying dan dikeroyok oleh puluhan siswa SMA Swasta yang ada di Kabupaten Lombok Tengah pada hari Selasa tanggal 7 November 2023. Nurdin membeberkan Awal mula kejadian itu, anaknya dituduh menantang salah satu siswa di SMA Swasta, lalu kemudian Siswa SMA Swasta itu merasa tersinggung sehingga mengajak anaknya untuk berkelahi.
“Anak saya (AHA) dituduh menantang salah satu Siswa SMA Swasta, padahal anak saya mengaku tidak pernah menantang siapa pun, saya menduga anak saya difitnah,” ujar Nurdin. Senin 14 November 2023.
Nurdin menambahkan seketika itu anaknya (AHA) langsung di pukul dan dikeroyok oleh Y dan temen temenya di halaman Madrasah. Setelah dikeroyok di halaman Madrasah, dengan rasa kesakitan akhirnya AHA memberanikan diri mengajak Y untuk berkelahi di luar sekolah dengan syarat satu lawan satu, namun lagi lagi AHA kembali dikeroyok oleh Y dan teman temannya lebih dari sepuluh orang di luar Madrasah. Akibat kejadian itu AHA mengalami lebam dan terasa sakit di sekujur tubuh hingga beberapa hari tidak bisa masuk sekolah.
Mendengar pengakuan anaknya yang di keroyok Nurdin melaporkan persoalan itu ke Pihak Madrasah dan sempat dimediasi namun tidak menemukan kesepakatan, akhirnya Nurdin melaporkan dugaan pengeroyak itu ke Polres Lombok Tengah pada hari Senin 13 November 2023.
“Saya menduga Y dan teman temannya sudah merencanakan pengeroyokan terhadap anak saya jadi saya lanjutkan persoalan itu ke proses hukum agar dihukum sesuai aturan yang berlaku,” tegas Nurdin
Sementara Jaswandi orang tua dari inisial PA saat ini masih duduk di bangku kelas 2 SMA Swasta yang juga sebagai korban dugaan pengeroyokan merasa geram lantaran anaknya yang berniat melerai malah dikeroyok oleh teman temannya Y, sehingga korban PA mengalami luka lebam di kedua matanya dan kepalanya sobek hingga berdarah, jaritangan bengkak diduga dipukul menggunakan benda keras. Selain itu ada juga luka tusuk di bahunya yang diduga akibat benda tajam.
“Ini sangat keterlaluan anak saya yang niatnya baik untuk melerai dan tidak pernah ada masalah dengan siapa pun malah dia dikeroyok oleh puluhan siswa SMA Swasta itu dan pengeroyokan itu diakui oleh mereka saat dimediasi pihak Madrasah,” ujar Jaswandi
Atas hal itu Jaswandi melaporkan dugaan pengeroyokan itu ke Polres Lombok Tengah untuk di proses secara hukum.
“Saya yakin dan mempercayakan sepenuhnya ke Polres Lombok Tengah untuk menangani dugaan pengeroyokan itu dan berharap para pelaku segera diamankan,” tegas Jaswandi
Sementara Kepala Madrasah yang enggan disebut namanya mengatakan awal mula pihak Madrasah tidak megetahui kejadian pengeroyokan itu karena terjadi di luar Madrasah. Tetapi setelah ditelusuri muncul beberapa nama yang mengaku ikut melakukan pengeroyokan. Tetapi untuk meredam agar tidak terjadi hal itu lagi pihak sekolah memanggil siswa siswa yang melakukan pengeroyokan untuk segera meminta maaf.
“Ia pihak sekolah sudah memediasiakan dan memanggil semua orang tua siswa baik yang menjadi korban maupun terduga pelaku namun belum menemukan kesepakatan,” tutupnya. (KN-01)






