Mataram, kabarntb.id – Bertempat di Ballroom Hotel Lombok Raya bersamaan dengan kegiatan pembinaan ASN dilingkungan Kemenag Provinsi NTB Minggu, 26 November 2023. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB menyerahkan donasi kemanusiaan untuk Palestina. Donasi kemanusiaan untuk Palestina yang diserahkan langsung Kanwil Kemenag Provinsi NTB dan diterima oleh Sekjen Kemenag RI Prof. Dr. H. Nizar Ali,M.Ag.
Donasi kemanusian untuk Palestina ini berasal dari ASN Kemenag se NTB termasuk juga siswa – siswi madrasah yang secara ikhlas dan sukarela menyisihkan uang saku atau uang jajan sekolahnya untuk membantu korban kemanusiaan di Palestina akibat perang.
Karena saat ini, korban kemanusiaan di palestina akibat perang menjadi perhatian dunia termasuk Indonesia lebih – lebih ASN Kementerian Agama RI. Untuk itulah bentuk kepedulian ASN di Kementerian Agama Provinsi NTB menggalang dana untuk korban kemanusiaan dan akan diserahkan bersamaan dengan kegiatan pembinaan ASN. Penyerahan donasi untuk Palestina ini disaksikan langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian Kemenag RI Dr.Nurudin,S.pdi,. M.Si , perwakilan dari Polda NTB, Rektor UIN Mataram, Rektor STHN Gde Puja Mataram, Pejabat serta ASN peserta pembinaan se NTB.
Donasi ini nantinya akan dikumpulkan di Kemenag RI di Jakarta dan dikumpulkan bersama donasi dari provinsi lainnya. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB dalam laporan mengungkapkan jumlah ASN Kemenag Provinsi NTB.
“ Jumlah ASN Kemenag Provinsi NTB sebanyAk 5.109 jiwa dengan rincian PNS ada 4.051 jiwa dan PPPK ada 1058 jiwa ikut berdonasi untuk saudara kita di Palastina,” kata Zamroni Aziz
Dari jumlah tersebut yang mengikuti kegiatan pembinaan ada seribu lebih ASN karena keterbatasan tempat.
Ditempat yang sama orang no 1 dikanwil Kemenag Provinsi NTB ini juga memaparkan di NTB ada juga guru madrasah non ASN sebanyak 38.420 jiwa dan guru inpassing sebanyak 10.885 jiwa.
Mantan Kabag TU ini menyampaikan relawan moderasi agama sesuai dengan proyek perubahan sebanyak 2.302 orang dengan 2 orang per desa dan tinggal menunggu jadwal Menteri Agama RI untuk mengukuhkannya.
“Untuk relawan moderasi agama tinggal menunggu jadwal Menteri Agama untuk mengukuhkannya,” tutup Zamroni. (KN-01)







