Lombok Tengah, kabarntb.id – Adanya pendapat dan kritikan yang dilontarkan sejumlah tokoh muda terhadap cara kepemimpinan pejabat sementara (PJS) kepala Desa Prabu yang dinilai sebagai provakasi saat rapat pembentukan panitia PAW. Bahkan sejumlah tokoh itu meminta Bupati Lombok Tengah menarik kembali SK PJS itu. Namun PJS Desa Prabu kritikan-kritikan itu dihadapinya dengan sabar dan tenang.
Lalu Guntur Pejabat Sementara (PJS) Desa Prabu dengan sabar mengatakan kalaupun Bupati menarik SK PJS yang telah diberikan kepada dirinya itu sah-sah saja dan itu kewenangan sepenuhnya dari pak Bupati.
“Bupati adalah pimpinan saya jadi saya tetap mengikuti perintah beliau termasuk menjalankan amanah untuk mengsukseskan roda pemerintahan seperti halnya hari ini saya ditugaskan di Desa Prabu,” kata Lalu Guntur. Jum’at 2 Juni 2023.
Sejauh ini tambahnya kalaupun ada yang menilai kinerjanya kurang maksimal selama menjabat sebagai PJS Desa Prabu itu adalah hal yang wajar karena tidak mungkin dirinya mampu memberikan rasa kepuasan terhadap semua masyarakat Desa Prabu akan tetapi dirinya terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal ke masyarakat dengan cara pendekatan langsung turun ke bawah mendengar dan menggali aspirasi masyarakat.
“Saya manusia biasa yang tidak mungkin semua orang bisa puas terhadap kinerja saya, kalaupun ada kesalahan dan kekurang selama saya menjabat tolong di maafkan insya allah kedepan saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah yang di berikan pak Bupati,” ujarnya.
Lalu Guntur juga mengatakan semenjak kejadian pada saat rapat pembentukan panitia PAW itu Desa Prabu kondusif dan tidak ada keributan apa pun seperti yang dihawatirkan sejumlah orang di media itu, yang ada malah masyarakat Desa Prabu hidup rukun seperti biasanya.
“Mohon kepada semua pihak untuk mari sama-sama kita jaga kondusifitas wilayah kita jangan ada lagi bahasa-bahasa yang memprovikasi sehingga membuat suasana di tengah masyarakat menjadi gaduh,” pinta Guntur.
Guntur pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu membangun Desa Prabu dengan berbagai cara agar citra Desa Prabu di mata orang banyak terlihat bagus.
“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun Desa Kita yang tercinta ini, sudah saatnya kita saling merangkul dan membina jangan adalagi dendam apa lagi permusuhan diantara kita karena kita di Desa Prabu ini semua bersaudara,” tutup Guntu.
Guntur manambahkan sebagai petugas yang di amanahkan Bupati, saat ini dirinya memilih fokus menyelesaikan program yang dintinglkan almarhum seperti pembangunan fisik yang berada di beberapa dusun.
“Saat ini saya lebih memilih fokus menyelesaikan semua sisa program almarhum mantan kepala Desa,” tutup Guntur. (KN-01)






