Lombok Tengah, Kabarntb.id – Permasalahan sampah di kabupaten Lombok Tengah semakin hari semakin sulit di tangani bahkan volume sampah setiap harinya semakin bertambah, hal itu membuat Pelaksana Tugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Tengah berpikir lebih keras lagi. Senin 23 Januari 2023.
H Amir Ali PLT Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan mengatakan sajauh ini produksi sampah masyarakat di Lombok Tengah setiap harinya kurang lebih mencapai 15 ton hal itu membuat pihaknya hawatir akan kebanjiran sampah, terlebih tempat pembuangan sampah di Lombok Tengah saat ini dalam kondisi hampir penuh.
“Sampai hari ini kita masih membuang sampah di tempat TPS yang sudah di sediakan, hanya saja kita hawatir TPS ini tidak lagi bisa menampung sampah yang semakin hari semakin bertambah,” Kata Amir Ali di ruang kerjanya.
Untuk mengatasi hal itu pihaknya akan berkerja sama dengan pemerintah desa, kelurahan dan pondok pesantren menangani persoalan sampah ini denga sistem budidaya maggot, khusus untuk sampah organik.
Mantan Kepala Dinas PUPR itu merincikan dalam satu kilo maggot membutuhkan 5 kilo sampah organik yang mana saat ini harga maggot perkilo sebesar 7 ribu dengan masa budidaya selama dua minggu dengan demikian persoalan sampah di Lombok Tengah di yakini bisa teratasi.
“Melihat kondisi sampah yang setiap hari semakin bertambah kami berinisiatif akan mengurai sapah organik dengan cara budidaya maggot, dengan cara seperti ini sampah sampah organik tidak lagi dibuang melainkan akan dimanfaatkan untuk budidaya, sehingga nanti dengan maggot ini masyarakat bisa menghasilkan uang yang di jual untuk pakan ikan, pakan ayam dan pakan bebek,” ujar Amir Ali
Ia juga mengatakaan salah satu contoh pembudidaya maggot yang berhasil menjalani sistem itu seperti di Desa Gemel, Sengkol, Sukarare, Tanak Awu dan Desa Sepakek.
“Melihat keberhasilan itu tahun ini kami telah menganggarkan dana pelatihan untuk 45 kelompok dalam mengurai sampah organik dengan cara budidaya maggot,” ujarnya
Diyakini dengan cara ini persoalan sampah di Lombok Tengah akan bisa teratasi bahkan tidak akan ada lagi sampah organik yang akan di buang masyarakat secara sembarangan seperti salah satu contoh di desa desa yang aktif membudidayakan maggot sudah tidak ada lagi sampah organik di buang.
“Melihat beberapa desa yang telah menjalani sitem budidaya maggot, kami berharap sampah di Lombok Tengah bisa teratasi,” papar Amir Ali
Sementara untuk sampah non organik pihanya akan mengatasi dengan mendaur ulang sampah botol plastik.
“Kalau sampah plastik itu tidak terlalu banyak karna masyarakat tau kalau sampah plastik itu bisa di jual kembali, tapi pihkanya tetap mengupayakan agar sampah sampah plastik itu bisa di daur ulang,” tutup Amir Ali.






