18 SMP di Lombok Tengah Jalani Revitalisasi, Progres Pekerjaan Tembus 70 Persen

Lombok Tengah, kabarntb.id — Sebanyak 18 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Lombok Tengah saat ini tengah menjalani program revitalisasi yang bersumber dari anggaran Kementerian, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama pada sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. Kamis, (17/10)

Program revitalisasi tersebut diarahkan untuk memperbaiki berbagai fasilitas sekolah yang dinilai sudah tidak memadai, sehingga dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi siswa maupun tenaga pendidik. Dari 18 sekolah yang masuk dalam program tersebut, sebagian besar progres pekerjaannya telah mencapai lebih dari 70 persen.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan kebudayaan Lombok Tengah, Drs. Lalu Rupawan Joni, mengatakan bahwa sekolah yang menjadi prioritas dalam program revitalisasi merupakan satuan pendidikan yang memiliki tingkat kerusakan minimal 35 persen, terutama sekolah dengan kondisi bangunan yang masuk kategori rusak sedang hingga berat.

“Yang mendapat prioritas itu rusak sedang sampai berat. Minimal kerusakannya 35 persen,” kata Rupawan.

Menurutnya, pelaksanaan program revitalisasi dilakukan secara bertahap dengan menggunakan sistem swakelola, sehingga masing-masing sekolah memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana, kebutuhan, serta masa pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dari 18 SMP yang saat ini menjalani proses revitalisasi, sejumlah sekolah bahkan telah menyelesaikan seluruh pekerjaan yang direncanakan. Salah satunya adalah SMP Islam Babussalam di wilayah Kopang, yang berdasarkan laporan terakhir telah mencapai progres revitalisasi sebesar 100 persen.

Sementara itu, salah satu sekolah yang memperoleh alokasi anggaran revitalisasi terbesar adalah SMP Islam Riadul Muhsinin di Sukaraja, dengan nilai anggaran yang mencapai sekitar Rp3,5 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung perbaikan dan peningkatan berbagai fasilitas sekolah sesuai dengan kebutuhan serta tingkat kerusakan yang ditemukan.

Rupawan menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Lombok Tengah hingga kini masih terus melakukan pendataan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai sekolah-sekolah yang telah mendapatkan program revitalisasi, sekaligus memetakan satuan pendidikan lain yang masih mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Pendataan masih kami lakukan untuk mengetahui kondisi sekolah secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan program revitalisasi tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah, terutama dalam menciptakan ruang belajar yang lebih representatif bagi seluruh warga sekolah.

Dengan kondisi bangunan dan fasilitas yang lebih layak, siswa diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih aman dan nyaman, sementara para tenaga pendidik dapat menjalankan tugasnya secara lebih optimal tanpa terganggu oleh kondisi sarana prasarana yang kurang memadai.

“Harapannya tentu sarana dan prasarana sekolah semakin baik, sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung dengan nyaman dan aman,” pungkasnya. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *