LOMBOK TENGAH, kabarntb.id — Program digitalisasi pendidikan mulai menyasar ratusan satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah. Sedikitnya 500 sekolah, baik negeri maupun swasta, mendapatkan bantuan perangkat digital dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Rabu, 16 September 2026
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, H. Lalu Idham Khalid, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program digitalisasi pendidikan yang diberikan pemerintah pusat untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.
“Ratusan sekolah di Lombok Tengah mendapatkan program digitalisasi, baik sekolah negeri maupun swasta. Bantuan dari Kemendikdasmen seperti TV digital, laptop dan fasilitas lainnya,” ujar H. Lalu Idham Khalid.
Menurutnya, jumlah sekolah di Lombok Tengah yang masuk dalam program tersebut mencapai sekitar 500 sekolah. Proses penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh pemerintah pusat kepada masing-masing sekolah yang telah ditetapkan sebagai penerima.
Namun, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah hingga kini belum dapat memastikan apakah seluruh sekolah yang masuk dalam daftar tersebut sudah menerima bantuan.
“Kami belum tahu secara pasti apakah semua sekolah sudah mendapatkan atau belum, karena data penyalurannya belum kami terima,” jelasnya.
Ia menambahkan, program digitalisasi tersebut diharapkan dapat membantu sekolah meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Kehadiran perangkat digital juga dinilai dapat menjadi salah satu penunjang bagi guru dan peserta didik dalam mengakses berbagai sumber pembelajaran.
Sementara itu, untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hingga saat ini belum mendapatkan program digitalisasi tersebut.
Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah terus mengusulkan agar satuan PAUD juga mendapat perhatian dan dukungan perangkat digital dari pemerintah pusat.
“Khusus PAUD belum mendapatkan program itu. Tetapi kami terus mengusulkan agar PAUD juga mendapatkan program digitalisasi,” katanya.
Dengan adanya program tersebut, pemerintah daerah berharap transformasi digital tidak hanya berhenti pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, tetapi secara bertahap juga dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan, termasuk PAUD. (Dod)






