LOMBOK TENGAH, kabarntb.id — Setelah sekian lama berpisah, para alumni SPGN Mataram Angkatan 1984 kembali berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan nostalgia. Reuni kali ini berlangsung di Desa Prako, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (19/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali merajut tali silaturahmi sekaligus mengenang masa-masa ketika mereka masih duduk sebangku dan menimba ilmu bersama di SPGN Mataram.
Suasana reuni semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah guru yang dahulu mendidik dan membimbing para alumni, di antaranya Ibu Sudarti, Ibu Kartinam, dan Ibu Seri Astuti.
Ketua Alumni SPGN Mataram Angkatan 1984 wilayah Lombok Tengah, Makbul Ramen, mengatakan pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri bagi para alumni.
“Sekian lama kita berpisah, pada hari ini kita bisa bertemu lagi dalam rangka reuni SPGN Mataram Angkatan 1984,” kata Ramen.
Menurutnya, reuni bukan sekadar acara berkumpul, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat kembali silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan masa lalu.
“Reuni hari ini selain merajut silaturahmi, tidak lain tujuannya juga untuk mengingat kembali masa-masa kita masih sebangku dan guru-guru kita yang telah mendidik kita,” ujarnya.
Ramen mengaku sangat bersyukur karena para guru yang dahulu mengajar mereka masih diberikan kesehatan dan berkesempatan hadir di tengah-tengah para alumni.
“Kita sangat bersyukur karena beliau-beliau bisa hadir di tengah-tengah kita dan dalam keadaan sehat,” ungkapnya.
Di tengah suasana yang sempat penuh haru, Ramen juga berhasil mencairkan suasana dengan sebuah candaan. Ia berseloroh bahwa meskipun kini usianya sudah tidak muda lagi dan wajahnya mulai terlihat keriput, dulunya dirinya mirip dengan bintang film India, Shah Rukh Khan.
“Meski saya sekarang sudah tua dan kelihatan keriput, dulunya saya mirip bintang film India, Shah Rukh Khan,” ucap Ramen sambil bercanda.
Mendengar candaan tersebut, sontak para alumni tertawa terbahak-bahak. Suasana reuni yang sebelumnya penuh haru berubah menjadi riuh oleh gelak tawa dan keakraban.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para alumni untuk kembali mengenang berbagai cerita semasa sekolah, termasuk kebersamaan dengan para guru yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.
Sementara itu, salah seorang guru yang hadir menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan para anak didiknya setelah puluhan tahun berlalu.
“Saya bersyukur melihat anak didik saya masih sehat dan sukses. Semoga ke depan kita bisa bertemu lagi dalam keadaan yang tidak kurang sedikit pun,” tuturnya.
Reuni SPGN Mataram Angkatan 1984 di Desa Prako tersebut berlangsung penuh keakraban. Para alumni berharap silaturahmi yang kembali terjalin dapat terus dipertahankan dan menjadi pengikat persaudaraan hingga di masa mendatang.
Puluhan tahun boleh berlalu, usia boleh bertambah, tetapi kenangan masa sekolah dan persaudaraan alumni SPGN Mataram Angkatan 1984 tetap terjaga. (Dod)






