Lombok Tengah – kabarntb.id – Sebagai putra daerah tempat di selenggarakannya event MotoGP, gabungan Non-Governmental Organization atau Organisasi Non-Pemerintah (NGO) di Kabupaten Lombok Tengah menandatangani dan mendeklarasikan dukungan terhadap penyelenggaraan balapan MotoGP di Sirkuit Pertamia Mandalika pada tanggal 3-5 Oktober mendatang. Dukungan itu di tandatangani langsung oleh sejumlah pimpinan NGO yang hadir pada acara diskusi dan bincang santai.
Amaq Ohan pendiri TAC dan Boss Sayur Lombok Tengah yang aktif dalam aktifitas sosial sekaligus sebagai inisiator diskusi mengatakan, setelah duduk bareng diskusi santai bersama sejumlah NGO di Lombok Tengah tentang event MotoGP telah menemui kata sekapat yakni bersama – sama sepakat untuk mengawal dan mendukung perhelatan MotoGP hingga sukses.
“Dukungan kami terhadap perhelatan MotoGP di Lombok Tengah bukan tanpa alasan, dengan adanya MotoGP ini dampak positifnya sangat banyak salah satu contoh terciptanya lapangan pekerjaan baru dan pariwisata Lombok semakin terkenal di seluruh manca negara. Atas dasar itu hari ini kami yang tergabung dalam gabungan NGO Lombok Tengah mendeklarasikan dukungan agar penyelenggaran event MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok berjalan sukses,” kata Amaq Ohan sapaan akrabnya. Senin, 22 September 2025.
Dalam diskusi santai di Talk Copy itu Bustomi ketua LSM SUAKA NTB juga menyampaikan catatan tentang plus minusnya perhelatan MotoGP yang sudah berjalan dalam kurun waktu 4 tahun ini. Salah satu catatannya yakni terbukanya lapangan pekerjaan yang cukup signipikan baik dibidang wisata, perhotelan dan jasa tranportasi, sehingga perputaran roda ekonomi di NTB terasa meningkat.
“Event MotoGP ini merupakan salah satu event yang masuk dalam kalender nasional, jadi kita berharap kedepan ada dampak positif yang lebih besar lagi bagi kemajuan pariwisata kita di NTB,” ujar Bustomi.
Kendati demikian Paman Omi sapaan akrabnya juga menyoroti sikap pihak MGPA bersama pemerintah Daerah Lombok Tengah dan Pemprov NTB yang sejauh ini masih menutup diri untuk berdiskusi dengan sejumlah NGO di NTB khsusnya NGO di Lombok Tengah dalam meningkatkan dan mengsukseskan perhelatan MotoGP kedepan.
“Sebagai putra daerah kami berharap pihak MGPA bersama pemerintah daerah jangan menutup diri dan anti kritik untuk berdiskusi tetang kemajuan pariwisata dan event MotoGP, karena banyak dari teman teman NGO juga mempunyai niat yang sama dalam membangun daerah,” ujar Bustomi
Sementara itu Presiden LTM Seloh l menyarankan penyelanggara MotoGP untuk lebih melibatkan pemuda NTB dalam mengsukseskan perhelatan MotoGP agar masyarakat NTB ikut merasakan dampak positif terhadap gawai nasional ini.
Cuk Loh sapaan akrabnya juga tidak ingin perhelatan MotoGP di Lombok hanya sebagai tempat penampung sampah saja, akan tetapi dengan adanya penyelenggaraan event MotoGP di Lombok Tengah NTB ini dapat mendatangkan manfaat yang berkelanjutan terhadap pembangunan daerah.
“Kami mendukung penuh perhelatan MotoGP akan tetapi kami juga akan tetap kritis dan menyuaran keadilan jika ada hal yang tidak berjalan sesuai dengan koridornya,” tutup Cuk Loh. (Dod)







