Lombok Tengah, kabarntb.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengestimasi kebutuhan anggaran sekitar 500 miliar rupiah untuk pemerataan pembangunan infrastruktur jalan kabupaten di beberapa wilayah di Lombok Tengah.
Untuk pemerataan kondisi jalan menjadi mantap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah mencatat, total jalan kabupaten yang perlu dilakukan perbaikan sekitar 140 kilometer.
“Total ruas jalan kabupaten di Lombok Tengah yang perlu dikerjakan sekitar 140 an kilometer. Jika dikalkulasikan, anggaran bisa mencapai 500 miliar rupiah,” ungkap Sekretaris Dinas PUPR Loteng, Muhammad Sarjan (12/02)
Ia mengatakan, sebagian besar ruas jalan yang butuh perbaikan sebagian besarnya berada di wilayah selatan Lombok Tengah.
“Sebagian besar ruas jalan yang butuh perbaikan ada wilayah selatan, hal tersebut karena struktur tanah di wilayah tersebut merupakan tanah liat,” ujarnya.
Meski demikian, anggaran tersebut dikatakannya belum termasuk biaya perawatan rutin. Kerusakan jalan berupa lubang kecil kalau dibiarkan bisa menjadi lubang besar.
Namun, melihat kondisi keuangan daerah, Dinas PUPR Loteng hanya bisa mengerjakan satu ruas jalan di tahun 2026.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Suhaidi menyarankan pemerintah daerah memanfaatkan pinjaman atau skema pembiayaan kreatif.
Ia mengatakan, dengan melakukan pinjaman tersebut, Pemda Lombok Tengah dapat mempercepat proses pemerataan infrastruktur yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
“Untuk mempercepat pemerataan pembangunan, kami menyarankan kepada Pemda Loteng untuk berhutang, dan jangan tanggung-tanggung mengajukan pinjaman supaya pembangunan merata,” terangnya.
Suhaidi meyakini, dengan kondisi PAD yang berjumlah sekitar 500 miliar, pinjaman tersebut dapat dilumasi dalam jangka waktu lima tahun jika pemda mengalokasikan 50 persen PAD untuk membayar pinjaman tersebut.
Ia juga mengusulkan, pemda dapat memanfaatkan pembiayaan dengan metode finance shering dengan jangka waktu lima tahun. “Pemda juga bisa melakukan pembiayaan perbaikan infrastruktur dengan financeshering seperti di Lombok Timur, dimana kontraktor membiaya pekerjaannya terlebih dahulu,” ucapnya.
Selain infrastruktur jalan, Suhaidi berharap, Pemda Loteng juga dapat memperhatikan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi di Lombok Tengah. (Dod)







