Lombok Tengah, kabarntb.id – Harapan baru muncul bagi SMPN 5 Praya Timur di Desa Beleke Lebe Sane, Lombok Tengah. Sekolah yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana tersebut kini masuk dalam program prioritas revitalisasi sekolah yang ditargetkan dikerjakan pada 2026.
Memang cukup memprihatinkan. Empat ruang kelas dan bangunan perpustakaan diketahui telah terbengkalai selama kurang lebih empat tahun. Bahkan atap bangunan perpustakaan telah runtuh. Bangunan yang sudah lama tidak digunakan tersebut kini dipenuhi semak belukar dan terlihat tidak terawat.
Keterbatasan ruang juga membuat pihak sekolah harus mencari solusi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Ruang kepala sekolah, ruang guru hingga laboratorium terpaksa dialihfungsikan sementara menjadi ruang kelas.
Persoalan tidak hanya pada kondisi bangunan. Akses menuju sekolah yang masih rusak serta lokasi yang dinilai kurang strategis turut menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut diduga ikut memengaruhi minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.
Dampaknya, jumlah peserta didik terus mengalami penurunan. Saat ini, SMPN 5 Praya Timur hanya memiliki sekitar 30 siswa aktif.
Sebelumnya, upaya rehabilitasi sekolah juga menghadapi kendala karena adanya ketentuan bantuan yang mensyaratkan jumlah siswa minimal 60 orang. Kondisi tersebut membuat sekolah dan masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian serta kebijakan khusus agar keberadaan sekolah tetap dapat dipertahankan.
Namun kini harapan pengerjaan mulai ada, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Drs. Lalu Rupawan Joni, menegaskan kondisi SMPN 5 Praya Timur segera mendapat perhatian serius. Menurutnya, penanganan sarana dan prasarana menjadi bagian penting untuk memastikan keberlangsungan proses pendidikan di wilayah tersebut.
SMPN 5 Praya Timur ini masuk dalam 49 sekolah yang mendapatkan revitalisasi yang nantinya tidak sekadar berupa perbaikan ringan melainkan penataan ulang secara menyeluruh, termasuk bangunan, ruang belajar dan fasilitas pendukung lainnya.
“Penataan tersebut dinilai penting untuk menghadirkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan layak bagi siswa maupun tenaga pendidik. Perbaikan juga diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat sehingga jumlah siswa kembali meningkat,” Kata Joni. Jumat 14 Agustus 2026.
Sementara itu pihak sekolah dan masyarakat pun berharap program revitalisasi tersebut benar-benar terealisasi pada 2026. Dengan fasilitas yang lebih layak dan lingkungan sekolah yang tertata, SMPN 5 Praya Timur diharapkan kembali berkembang dan menjadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
Revitalisasi bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga menjadi langkah untuk menyelamatkan keberlangsungan pendidikan dan membuka kembali harapan bagi anak-anak di wilayah Praya Timur. (Dod)






