Semangat Bangkitkan Sekolah, Guru SMPN 2 Praya Tengah Patungan Gratis Seragam Siswa dan Antar Jemput

Lombok Tengah, kabarntb.id – Langkah berbeda dilakukan Kepala SMPN 2 Praya Tengah, Baiq Salmiah, S.Pd., M.Pd. untuk meningkatkan minat masyarakat menyekolahkan anaknya di SMPN 2 Praya Tengah. Salah satunya dengan memberikan layanan antar-jemput bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. Sabtu, 22 Agustus 2026.

Sejak Baiq Salmiah menjabat sebagai kepala sekolah, suasana SMPN 2 Praya Tengah perlahan mulai berubah. Sekolah yang sebelumnya disebut terasa seperti mati suri, kini mulai kembali hidup dengan berbagai kegiatan dan pendekatan langsung kepada siswa, guru, orang tua serta masyarakat.

Baiq Salmiah tidak hanya fokus pada pembenahan internal sekolah, tetapi juga aktif turun ke tengah masyarakat bersama para guru dan komite sekolah. Bahkan, pihak sekolah mengajak para kepala dusun setempat untuk bersama-sama membangun dan membesarkan SMPN 2 Praya Tengah.

“Guru dan komite turun langsung ke masyarakat. Kami juga mengundang semua kepala dusun setempat untuk bersama-sama membangun dan membesarkan SMPN 2 Praya Tengah,” ungkap Baiq Salmiah.

Foto: Siswa di antar jemput Sekolah

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah siswa SMPN 2 Praya Tengah hanya sekitar 17 siswa, sedangkan pada tahun ajaran 2026/2027 jumlahnya meningkat menjadi 42 siswa atau bertambah sekitar 25 siswa.

Menurut Baiq Salmiah, peningkatan jumlah peserta didik tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang dikembangkan sekolah, termasuk kegiatan ekstrakurikuler seperti karate, pramuka, serta les bahasa Inggris.

“Alhamdulillah, jumlah total siswa kita tahun ajaran ini sebanyak 42 siswa dari kelas VII sampai kelas IX. Ada kenaikan sekitar 25 siswa dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Tak hanya mengembangkan kegiatan siswa, pihak sekolah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan peserta didik baru. Pada tahun ajaran baru ini, seluruh guru SMPN 2 Praya Tengah secara sukarela melakukan iuran untuk menyediakan empat setel seragam sekolah secara gratis bagi siswa yang masuk.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan beban orang tua dan menarik minat masyarakat agar memilih SMPN 2 Praya Tengah sebagai tempat pendidikan anak-anak mereka.

“Kami semua guru iuran untuk menggratiskan empat setel seragam sekolah bagi siswa yang masuk. Ini salah satu langkah kami untuk menarik minat siswa belajar di SMPN 2 Praya Tengah,” jelasnya.

Antar-Jemput Gunakan Mobil Masyarakat 

Terobosan lain yang dilakukan sekolah adalah menyediakan layanan antar-jemput bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. Layanan tersebut sudah berjalan dengan memanfaatkan mobil milik masyarakat sementara untuk biaya operasionalnya semua guru iuran.

Namun, dalam pelaksanaannya pihak sekolah masih menghadapi keterbatasan karena kendaraan yang digunakan hanya mampu menampung sekitar 5–7 penumpang.

“Untuk antar-jemput siswa, kami menggunakan mobil pribadi guru dan sudah berjalan. Memang ada kendala karena mobil yang kami gunakan hanya bisa membawa sekitar 5 sampai 7 penumpang. Tetapi kami merasa bersyukur bisa berbuat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Baiq Salmiah.

Menurutnya, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para guru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan masyarakat. Justru, langkah sederhana itu menjadi bentuk nyata kepedulian sekolah terhadap akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.

Baiq Salmiah berharap berbagai langkah tersebut dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat. Bahkan, sekolah menargetkan pada tahun ajaran berikutnya jumlah peserta didik baru mampu meningkat hingga membentuk dua kelas.

“Kami berharap tahun depan bisa mencapai dua kelas. Mudah-mudahan dengan kerja sama guru, komite, masyarakat dan kepala dusun, SMPN 2 Praya Tengah bisa semakin berkembang,” pungkasnya. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *