Mataram, kabarntb.id – Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB, H. Zamroni Azis, menjelang pelaksanaan Armuzna, jemaah haji asal NTB diminta untuk mempersiapkan kesabaran dan kondisi fisik, terutama bagi lansia dan Penyandang Disabilitas.
Armuzna adalah singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ketiga tempat ini merupakan puncak ibadah haji dan merupakan tempat-tempat penting dalam rangkaian ritual haji. Jemaah haji akan menjalankan ibadah di ketiga lokasi ini selama puncak haji, yaitu pada tanggal 9 Zulhijah.
“Saya minta jemaah untuk beribadah di hotel atau dengan aktivitas yang minimalis gerak, tapi pahalanya tetap berlipat ganda. Hal ini untuk menghindari kelelahan menjelang Armuzna,” kata H. Zamroni. Rabu 28 Mei 2025.
Mantan Kepala Kemenag Kabupaten Lombok Tengah ini juga menyampaikan, dalam rangka melayani jamaah haji ini para petugas baik TPHI, TPIHI, TKHI maupun PHD tidak lagi berbicara tentang kloter.
“Kita tidak bicara lagi soal kloter-kloter, yang ada adalah jamaah asal Nusa Tenggara Barat,” tegas Zamroni.
Orang nomor satu di Kemenag NTB ini mengharapkan para petugas untuk tidak marah kalau dicaci maki oleh para jamaah. “Itu bagian dari ujian kepada kita dalam melayani,” ujarnya
Selain itu seraya mengharapkan jamaah untuk tidak berlebihan juga. “Saya jamin bahwa seluruh jamaah harus terlayani dengan baik,” tandasnya.
Terkait persoalan-persoalan yang muncul yang dihadapi jamaah, kata Zamroni, pihaknya sudah mengumpulkan semua petugas haji yang dari NTB baik ketua kloter, pembimbing ibadah maupun PHD. Untuk itu ia memastikan, saat ini kita berada di Makkah maka harus mengikuti aturan dari pemerintah Arab Saudi. Dan para petugas diminta agar melayani jamaah tidak lagi telpon kiri-kanan selain urusan jamaah.
“Selama dia sebagai jamaah, di kloter manapun baik dari LOP harus dilayani dengan baik,” tutupnya. (Dod)







