Lombok Tengah, kabarntb.id – Musim kemarau di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tahun ini diperkirakan bakal segera tiba. Masyarakat pun berharap ada upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah setempat. Salah satu dengan membangun sumber-sumber air bersih bagi masyarakat yang tinggal di daerah terdampak kekeringan. Misalnya, dengan membangun sumber bor atau mengoptimalkan sumber air bersih yang ada. Sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat selama musim kemarau tahun ini hingga setersunya. 16 Juni 2023
Aspirasi tersebut disuarakan masyarakat disejumlah desa di daerah pemilihan (dapil) II Loteng, saat reses yang dilaksanakan Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP., akhir pekan kemarin. Keberadaan sumur bor sendiri dinilai menjadi salah solusi dalam mengatasi persoalan mininya ketersedian air bersih yang hampir setiap tahun dialami masyarakat. Utamanya di daerah-daerah yang memang kerap mengalami kekeringan.
“Penyedian sumur bor masih menjadi aspirasi yang mendominasi yang disuaranya oleh masyarakat kita di bawah. Karena memang air menjadi kebutuhan pokok dan sangat dibutuhkan selama musim kemarau berlangsung,” kata Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.IP
Dikatakannya, wilayah dapil II khususnya Kecamatan Kopang bisa dikatakan sebagai salah satu daerah sumber mata air. Tetapi ada juga beberapa daerah di wilayah tersebut yang kerap terdampak musim kemarau. Begitu juga dengan wilayah Kecamatan Janapria. Banyak wilayahnya yang masyarakatnya kesulitan air bersih ketika musim kemarau. Sehingga wajar jika kemudian program penyediaan air bersih, dalam hal berupa pembangunan sumur bor selalu muncul jadi aspirasi masyarakat.
“Hampir setiap desa tempat kita menggelar reses, pembangunan sumur bor selalu muncul menjadi aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat,” terangnya.
Termasuk juga pemenuhan pelayanan air bersih dari PDAM Praya. Masyarakat banyak berharap bisa maksimal dilayani oleh perusahaan milik daerah tersebut. Mengingat, sering kali masyarakat pelanggan PDAM Loteng belum mendapat pelayanan yang sesuai harapan. Di mana sering kali air tidak datang. Bahkan, pernah beberapa waktu lalu di wilayah Kopang air PDAM tidak masuk hingga sepekan lebih.
“Kita bisa memahami kondisi PDAM Praya. Tapi bagaimanapun juga yang namanya aspirasi masyarakat harus bisa dijawab. Dengan kinerja yang terbaik pula,” tandas Sekretaris DPC Partai Gerindra Loteng ini.
Selain pemenuhan kebutuhan air bersih, lanjut Tauhid, perbaikan ruas jalan kabupaten juga masih muncul menjadi aspirasi masyarakat. Karena diakui atau tidak, masih ada beberapa ruas jalan kabupaten di dapil II yang kondisinya cukup memprihatinkan dan butuh penanganan dari pemerintah daerah. (KN-01)






