Pengusaha Jasa Transportasi Lokal Lingkar Bandara Lombok Terancam Gulung Tikar, AP 1 Tambah Armada Baru

Lombok Tengah, kabarntb.id – Sejumlah pengusaha jasa transportasi lokal lingkar bandara lombok yang mengais rizki di sana (Bandara Lombok) sekedar untuk kebutuhan sehari-hari anak istri kini terancam gulung tikar, hal itu disinyalir lantaran adanya penambahan armada baru yang di lakukan pihak Angkasa Pura 1 Bandara Lombok.

Lalu Basir ketua Koprasi Jasa Pariwisata dan Transportasi Lombok Baru mengatakan pihaknya sejauh ini kesulitan mendapatkan penumpang di Bandara Lombok setelah adanya penambahan armada oleh pihak AP1, mereka mengakui pihaknya kalah bersaing dengan prusahaan jasa transportasi nasional seperti Bluebird.

“Kami selaku pengusaha jasa transportasi lokal lingkar bandara tentu tidak akan mungkin bisa bersaing dengan perusahaan besar level nasional, atas dasar itu pihaknya meminta kebijakan dari menejemen AP1 untuk meninjau ulang keberadaan transportasi nasional itu,” Kata Lalu Basir Kamis 27 Februari 2025.

Lebih jauh Lalu Basir memaparkan pihaknya sudah menyuarakan aspirasi tetang permintaan untuk pembubaran konter Grab, Gojek dan Bluebird ini ke pihak manajemen angkasa pura tetapi sampai hari ini tidak pernah di gubris apa yang menjadi tuntutan mereka itu.

“Ia sudah sering kami hering dan menyuarakan hal itu tetapi sampai hari ini belum ada jawaban dari pihak Angkasa Pura 1 Bandara Lombok,” Ujarnya,

Senada di sampaikan Uji Kalijaga selaku pengusaha jasa transportasi yang hari -harinya mangkal di bandara mengakui sudah tidak bisa mendapatkan penumpang di Bandara Lombok semenjak adanya penambahan armada oleh pihak AP1 Bandara Lombok, menurut Uji harusnya pihak AP1 mengakomodir pengusaha lokal yang nota bene sehari harinya mangkal di bandara, bukan malah mendatangkan pesaing yang tidak selevel dengan mereka.

Dengan penambahan jumlah armada baru, Uji mempertanyakan apa yang membuat pihak AP1 begitu ngototnya mendatangkan transportasi Bluebird sementara pihaknya bersedia dibina oleh AP1 menjadi mitra Bandara Lombok.  Selain itu penambahan kuoata transportasi bukanlah solusi, atas hal tersebut pihaknya menduga AP1 ingin melihat jasa transportasi lokal lingkar bandara mati dan gulung tikar secara perlahan.

“Dari awal kami minta jangan tambahkan armada lagi, kami masih mampu melayani pengguna jasa, kalaupun kami ada kekurangan silahkan tegur dan bina kami agar menjadi mitra yang baik,” Ujar Uji

Terpisah Arif Haryanto narahubung Angkasa Pura 1 Bandara Lombok mengatakan permintaan temen-temen pengusaha transportasi yang ngetem di Bandara Lombok untuk di akomodir AP1 sudah di tindak lanjuti tinggal menunggu ijinnya keluar.

“Kami sudah mengakomodir dan menyepakati tuntutan terkait penambahan kuota armada land transportation. Saat ini sedang berproses untuk pengurusan ijinnya. Kesepakatan ini sudah melibatkan tiga Kepala Desa di Lingkar Bandara mudah – mudahan segera tuntas prosesnya sehingga tambahan kuota ini bisa beroperasi, sementara untuk pembubaran konter Grab, Gojek dan Bluebird itu tidak bisa,” Ujar Arif.

Dalam siaran pers yang dirilis pihak AP1 beberapa hari yang lalu hadirnya layanan Bluebird ini untuk memenuhi permintaan pengguna jasa akan adanya pilihan transportasi bandara berbasis argometer. Sebelumnya juga telah hadir pilihan transportasi bandara berbasis aplikasi Grab Car sejak 28 Juni 2021 dan GoCar yang beroperasi sejak 23 Desember 2024.

“Kehadiran Bluebird, Grab Car, dan GoCar ini melengkapi layanan jasa transportasi darat yang sudah ada sebelumnya di Bandara Lombok. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk meningkatkan standar pelayanan bandara kepada pengguna jasa, khususnya dalam layanan transportasi darat penghubung bandara. Selain sebagai alternatif, hal ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah bagi armada penyedia layanan transportasi darat di Bandara Lombok,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono.

Selain itu, semakin beragamnya pilihan moda transportasi darat resmi di bandara ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi dari dan menuju ke bandara, memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang pengguna jasa transportasi, serta memudahkan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tiba maupun berangkat dari Bandara Lombok.

“Kami sebagai pengelola bandara ingin memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jasa dengan menghadirkan layanan pendukung bandara yang memiliki standar baik serta menyesuaikan kebutuhan pengguna jasa bandara. Hal ini juga bagian dari upaya kami dalam mendukung Lombok sebagai destinasi pariwisata serta demi kemajuan masyarakat NTB,” Tutup Barata. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *