Lombok Tengah, kabarntb.id – SMPN 1 Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, membina 17 santriwati melalui program pondok tahfiz selama 40 hari sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai religius siswa.
Program sekolah berasrama bernuansa pondok pesantren tersebut diawali dengan prosesi serah terima santriwati dari orang tua kepada pihak sekolah. Selama mengikuti kegiatan, para santriwati mendapatkan pembinaan intensif serta pendampingan penuh dari pihak sekolah.
Kepala SMPN 1 Praya Tengah, Kasrah, mengatakan program tersebut merupakan komitmen sekolah untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada kami membina anak-anak melalui program pondok tahfiz selama 40 hari. Ini adalah amanah yang akan terus kami jaga dan tingkatkan kualitas pembinaannya,” kata Kasrah saat kegiatan serah terima santriwati di SMPN 1 Praya Tengah.
Menurut Kasrah, seluruh aktivitas santriwati selama mengikuti program berada dalam pengawasan pihak sekolah. Pendampingan dilakukan mulai dari waktu istirahat, bangun tidur, hingga pelaksanaan kegiatan harian.
“Mulai mereka tidur hingga bangun kembali, semuanya dalam pengawasan kami. Selama berada di sekolah, keselamatan dan kenyamanan mereka menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.
Selain program tahfiz, SMPN 1 Praya Tengah juga mengembangkan berbagai kegiatan keagamaan, seperti tilawah, syahril Qur’an, hadrah, dan pembelajaran Iqra’. Sekolah tetap memberikan perhatian terhadap pengembangan prestasi akademik dan nonakademik.
Para siswa diberikan kesempatan mengembangkan potensi melalui kegiatan olahraga, seni budaya, pramuka, drumband, pencak silat, hingga olimpiade.
Kasrah menyebutkan, konsep pendidikan berasrama bernuansa pondok pesantren turut mendukung capaian sejumlah alumni yang melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah favorit melalui jalur prestasi.
Kepercayaan masyarakat terhadap SMPN 1 Praya Tengah juga meningkat. Pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran ini, jumlah pendaftar naik sekitar 80 persen dibandingkan sebelumnya. Bahkan, ratusan calon siswa belum dapat diterima karena keterbatasan daya tampung.
“Alhamdulillah, peminat terus meningkat. Ratusan pendaftar tidak bisa kami tampung sehingga terpaksa kami tolak. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat percaya terhadap kualitas pembinaan yang kami lakukan,” kata Kasrah.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang unggul dalam akademik sekaligus memiliki karakter dan akhlak yang baik,” pungkasnya.






