LOMBOK TENGAH, kabarntb.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Tengah terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan pelatihan pembelajaran mendalam kepada 200 guru SMP, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Jumat 25 September 2026
Kepala Bidang SMP Disdikbud Lombok Tengah, Drs. Lalu Rupawan Joni, mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan pada 17 hingga 19 September 2026 dan diikuti oleh 200 perwakilan guru SMP.
Menurutnya, pelatihan pembelajaran mendalam tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta yang mengikuti kegiatan. Para guru yang telah mendapatkan materi nantinya diharapkan dapat melakukan pengimbasan kepada guru lainnya di sekolah masing-masing.
“Harapan kita, 200 perwakilan guru tersebut nantinya memberikan pengimbasan dari materi yang mereka dapatkan kepada guru-guru lainnya,” kata Rupawan Joni.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam pelatihan tersebut adalah meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Upaya tersebut dinilai penting karena berdasarkan Rapor Pendidikan tahun 2025, capaian pendidikan pada jenjang SMP di Lombok Tengah masih berada pada kategori sedang.
“Karena sejauh ini menurut Rapor Pendidikan kita, jenjang SMP Lombok Tengah tahun 2025 nilainya berada di kategori sedang. Untuk itu, dengan adanya pelatihan ini kita berharap ada peningkatan, dari kategori sedang menuju tuntas,” ujarnya.
Rupawan berharap peningkatan kompetensi guru dapat memberikan dampak langsung terhadap kualitas proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kemampuan literasi dan numerasi siswa juga dapat terus ditingkatkan.
Dalam pelatihan tersebut, materi diberikan oleh sejumlah pihak yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan, di antaranya BPMP NTB, tenaga ahli, serta unsur MKKS, guru dan kepala sekolah.
“Intinya kita ingin kompetensi guru terus meningkat, sehingga nantinya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa,” pungkasnya.






