Disdikbud dan Kemenag Loteng Konsolidasi Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

LOMBOK TENGAH, kabarntb.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Tengah bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik. Untuk di ketahui turut hadir dalam kegiatan itu, Lalu Firman Wijaya Sekda Lombok Tengah, Kasi Pontren Kemenag Lombok Tengah H. Holidi Alwi dan sejumlah pejabat lingkup Pemda Loteng.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Koordinasi dan Konsolidasi Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang melibatkan unsur Disdikbud dan Kemenag Lombok Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Swiss-Belcourt Lombok, yang berada di kawasan depan Bandara Internasional Lombok, Selasa, 29 September 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus membangun komitmen bersama dalam menciptakan budaya pendidikan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik.

Disdikbud Dorong Kolaborasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah H. Lalu Idham Khalid mengatakan, terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua dan masyarakat.

Ia mengatakan, sekolah tidak hanya menjadi tempat bagi peserta didik untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, sikap saling menghargai serta mengembangkan potensi anak.

Karena itu, lingkungan sekolah, madrasah maupun pondok pesantren harus mampu memberikan rasa aman, nyaman dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

“Budaya sekolah yang aman dan nyaman harus dibangun bersama. Kita ingin seluruh peserta didik merasa terlindungi, dihargai dan nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran,” ujar H. Lalu Idham Khalid.

Menurutnya, penguatan budaya sekolah juga menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan, perundungan atau bullying, diskriminasi maupun tindakan lain yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik.

Ia berharap keberadaan Pokja tersebut dapat memperkuat langkah-langkah konkret di masing-masing satuan pendidikan, sehingga lingkungan pendidikan di Lombok Tengah semakin positif dan mampu mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.

Kemenag Perkuat Sinergi Sekolah, Madrasah dan Pondok Pesantren

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Tengah H. Lalu Sahdi berharap pertemuan koordinasi dan konsolidasi tersebut menjadi langkah untuk semakin memperkuat kolaborasi antara Kemenag dengan Disdikbud Lombok Tengah.

Menurut H. Lalu Sahdi, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman membutuhkan komitmen serta keterlibatan semua pihak. Tidak hanya pemerintah dan satuan pendidikan, tetapi juga guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua dan masyarakat.

Ia berharap keberadaan Pokja tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di seluruh satuan pendidikan.

“Harapan kita, melalui Pokja ini koordinasi dan kolaborasi antara Kementerian Agama dengan Disdikbud semakin kuat. Sekolah dan madrasah, termasuk satuan pendidikan yang berada di lingkungan pondok pesantren, harus menjadi tempat yang aman, nyaman dan kondusif bagi anak-anak untuk belajar, berinteraksi serta mengembangkan potensinya,” ujar H. Lalu Sahdi.

Ia menambahkan, budaya sekolah aman dan nyaman perlu diterapkan secara menyeluruh, baik di lingkungan sekolah, madrasah maupun pondok pesantren.

Menurutnya, seluruh peserta didik memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan lingkungan belajar yang positif, tanpa membedakan tempat mereka menempuh pendidikan.

“Anak-anak harus merasa aman, dihargai, didengar dan mendapatkan perlindungan, baik ketika berada di sekolah, madrasah maupun di lingkungan pondok pesantren,” tambahnya.

H. Lalu Sahdi juga menekankan pentingnya membangun budaya saling menghormati, kepedulian, toleransi dan komunikasi yang baik di lingkungan pendidikan.

Hal tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kekerasan, perundungan maupun berbagai persoalan lain yang dapat mengganggu kenyamanan dan proses tumbuh kembang peserta didik.

Diharapkan Berlanjut pada Langkah Konkret

Pertemuan koordinasi dan konsolidasi Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan dan koordinasi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program serta langkah nyata di masing-masing satuan pendidikan.

Sinergi antara Disdikbud dan Kemenag Lombok Tengah diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan lingkungan sekolah, madrasah maupun pondok pesantren yang aman, nyaman, ramah anak, bebas dari kekerasan, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

Dengan adanya koordinasi dan konsolidasi yang berkelanjutan, budaya aman dan nyaman diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di setiap satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *