LOMBOK TENGAH, kabarntb.id — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Tengah melalui Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menggelar pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan tenteram.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Lombok Tengah, Drs. Lalu Rupawan Joni, mengatakan kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 dengan mengangkat fokus pembinaan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk meminimalisir berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan siswa di lingkungan sekolah, termasuk kekerasan, perundungan atau bullying.
“Dalam waktu dekat, tanggal 6–7 Oktober 2026 ini kami akan mengadakan pembinaan OSIS terkait dengan sekolah yang aman dan nyaman,” ujar Rupawan Joni saat di temui di ruang kerjanya. Kamis, 25 September 2026.
Ia menjelaskan, sasaran kegiatan tersebut adalah sekitar 200 ketua OSIS SMP, baik dari sekolah negeri maupun swasta yang ada di seluruh Kabupaten Lombok Tengah.
Keterlibatan para ketua OSIS dinilai penting karena siswa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga dapat berperan dalam membangun budaya sekolah yang lebih aman dan saling menghargai.
Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Lombok Tengah akan melibatkan sejumlah pihak sebagai pemateri, di antaranya Poltekpar, PPA Polres Lombok Tengah serta Kejaksaan.
Rupawan Joni menyebutkan, kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para ketua OSIS mengenai pentingnya mencegah kekerasan terhadap anak serta menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif.
“Dengan maksud untuk memperkuat satgas atau tim pencegahan tindak kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat gerakan “Aman, Nyaman dan Tenteram” di lingkungan sekolah.
Melalui gerakan tersebut, Disdikbud Lombok Tengah berharap sekolah-sekolah SMP dapat semakin serius membangun sistem pencegahan kekerasan dan perundungan, sekaligus mendorong keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.
“Harapannya, sekolah bisa menjadi tempat yang aman, nyaman dan tenteram bagi seluruh peserta didik,” pungkasnya. (Dod)






