Baiq Yuliana : Masyarakat Sudah Rasakan Manfaat Keberadaan Sentra Olahan Pangan

Lombok Tengah, kabarntb.id  – Keberadaan Sentra Olahan Pangan di Dusun Pancor Dao, Desa Aik Dareq, Kecamatan Batukliang Lombok Tengah sudah di rasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Loteng Baiq Yuliana Safriana mengatakan, keberadaan sentra olahan pabrik tapioka ini mulai memberikan dampak positif bagi petani singkong khususnya masyarakat Lombok. Pasalanya petani saat ini di untungkan dengan keberadaan pabrik tapioka ini.

“Di tengah persiapan bibit unggul, pihaknya mengambil bahan baku singkong dari KLU, Lombok Timur dan Desa Sengkol Loteng, artinya petani singkong sudah mulai merasakan dampak dari keberdaan pabrik tapioka ini, ” kata Yuli

Pihaknya mengatakaan petani sejauh ini diuntungkan lantaran harga singkong yang semula hanya Rp 1.500 per Kilogram (Kg) kini naik drastis menjadi Rp 3.500 per Kg namun stok bahan baku ini masih belum

”Perlahan-lahan petani kita ini naikkan harganya, dari Rp 1.500, kemudian, Rp 2.000 hingga Rp 3.500 per Kg tapi ini tetap kita beli dan masyarakat mendapatkan manfaatnya dari harga yang naik drastis,” cetusnya.

Lebih jauh Yuli membeberkan komoditas singkong saat ini bisa menjadi alternatif tanaman bagi petani dan bisa mendatangkan pundi pundi rupiah. Karena keberadaan pabrik tapioka menjadi pasar yang pasti terhadap petani lokal. Sebagai contoh, di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang menjadi lokasi bahan baku tepung Rose Brand.

”Kita harapkan Loteng juga begitu dengan bahan baku yang dimiliki bisa kembangkan produksi sendiri yang tak kalah kualitasnya dengan merek ternama yang saat ini beredar di pasaran,” imbuh Yuli.

Untuk memenuhi kekurangan bahan baku pihaknya telah mendapat bantuan bibit varietas unggul sebanyak 39 ribu stek singkong Thailand yang ditanam pada lahan 5 hektare.

“Ia sejauh ini kami sudah menanam bibit varietas unggul dari Thailand tapi kami butuh 20 hektare lahan untuk menanam bibit unggul ini,” katanya.

Dari kebutuhan lahan ini, kata Yuliana, dewan Loteng mengusulkan dapat memanfaatkan lahan-lahan pemda yang kurang dimanfaatkan maksimal. Ini bisa dikerjasamakan dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

“Kedepan kami akan koordinasi dengan BPKAD Loteng untuk membahas lebih rinci lagi bagaimana pola pengalihan pemanfaatan lahan itu. Seperti apa kontribusinya apakah bisa berbentuk retribusi, sewa atau sistem lainnya,” Ujar Yuli

“Karena lahan pemda itu ada 10 hingga 20 hektare bisa dimanfaatkan, lokasinya di Aik Bukaq, Pagutan, Beber dan lainnya, ” ungkap Yuli.

Terkait hal itu Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah Lalu Ahyar mendukung penuh pemda Lombok Tengah melalui dinas perindustrian dan perdagangan (Perindag) Lombok Tengah untuk terus mengoptimalkan keberadan Sentra Olahan Pangan agar lebih maksimal lagi agar masyarakat luas dapat merasakan keberadaannya

“Terobosan yang seperti ini harus di dukung penuh karena dampak positifnya langsung di rasakan masyarakat khususnya petani singkong,” Tutup Ahyar. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *