Kekanwil Kemenag NTB Dengar Curhatan Ribuan Guru Honorer

Lombok Tengah, kabarntb.id – Kepala Wilayah kementerian Agama Provinsi NTB H Zamroni Aziz mengelar acara pembinaan dan seluruh ASN dan Non ASN Lingkup Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, kegiatan itu bertempat di halaman Madrasah Negeri Aliyah (MAN 1) Lombok Tengah.

Isi pidato H Zamroni Aziz Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB menyampaikan pentingnya menjaga rasa kebersamaan dan kekompakan terlebih menjelang pilkada serentak ini banyak sekali informasi hoax yang berseliweran yang mungkin dapat menggiring opini publik.

“Saya ingatkan kepada kita semua kerjakan apa yang harus kita kerjakan sesuai dengn tupoksi kita bersama, karena semua yang kita kerjakan akan di pertanggung jawabkan kelak,” Ujar Zamroni di hadapan Ribuan keluarga besar Kementerian Agama Lombok Tengah. Rabu 20 November 2024.

Zamroni menambahkan guru merupakan salah satu tugas yang mulai karena tampa guru bangsa ini akan menjadi bangsa yang suram. Jadi teruskanlah berkarya demi anak bangsa dan generasi penerus.

“Jangan pernah merasa lelah teruslah berjuang karena tampa Guru kita bukan siapa – siapa,” ujar Zamroni

Selain itu Zamroni juga meminta kepada Kasi Penmad Kementerian Agama Lombok Tengah untuk segara mengusulkan semua guru untuk di berikan insentif dan segara di sertifikasi agar mendapatkan hak yang
layak.

“Hari ini saya perintahkan langsung kepada Pak Kasi Pendmad segera di data guru – guru honorer yang belum sertifikasi dan yang belum mendapatkan insintif,” Tegas Zamroni.

Disela sela pidatonya Kepala Kanwil Kemenag NTB menyempatkan diri meminta sejumlah guru untuk menyampaikan harapannya langsung terutama bagi guru non ASN yang hadir di acara pembinan itu.

Salah satu perwakilan Guru swasta yang saat itu menyampaikan aspirasi ribuan guru honorer agar guru sawata juga di sejajarkan dengan guru yang mengajar di madrasah negeri untuk ikut seleksi PPPK

“Kami mintak kepada Pak Kanwil Kemenag NTB memerikan kami peluang yang sama dengan guru honorer yang ngajar di madrasah negeri agar kami para guru madrasah swasta bisa ikut seleksi PPPK,” Tutupnya. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *