DPRD Loteng Sarankan Pemda Tingkatkan Sekil Anak Muda Melalui BLK

Lombok Tengah, kabarntb.id – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Tengah (Loteng), terus bertambah. Terutama tujuan ke Malaysia, Hongkong, Taiwan, Singapura dan Arab Saudi. Hal ini memantik perhatian anggota DPRD Loteng dari Fraksi NasDem untuk menyarankan pemerintah daerah lombok tengah lebih meningkatkan Sekil pemuda melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Ahmad Syamsul Hadi anggota DRPD Lombok Tengah dari Fraksi NasDem mengatakan, banyaknya warga yang menjadi PMI memang sesuatu yang tidak bisa dihindari, akan tetapi penyebabnya juga harus di ketahui agar penanganan bisa teratasi.

Apalagi Pemerintah Daerah (Pemda) Loteng punya Balai Latihan Kerja (BLK), yang sudah banyak melepaskan alumni yang siap pakai. Sehingga semestinya, Pemda Loteng, harus menyeimbangkan antara kebutuhan lapangan pekerjaan dengan jurusan yang dibuka di BLK.

“Kami setuju SDM handal terus dilahirkan, cuman Pemda Loteng juga harus mampu membuka lapangan pekerjaan yang di sesuaikan dengan jurusan yang di buka, terkhusus di BLK milik Pemda,” katanya, Jum’at (11/10).

“Pemerintah harus berfikir keras, ini orang mau dikasih kerjaan apa, soft skill, hard skillnya harus diperiksa. Diberikan kerja sesuai kemampuan kan kita punya BLK itu harus dimanfaatkan,” sambungnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah dalam hal ini harus meningkatkan tarap hidup yang layak kepada masyarakat, misalkan sekarang skalanya 7 maka tahun berikutnya harus meningkat menjadi 7,5 atau 8.Tapi kalau ditemukan warga yang menjadi PMI terus meningkat setiap tahunnya, masyarakat harus bertanya.

Menurutnya, saat ini lapangan kerja di Loteng masih kurang, akan tetapi dengan kawasan selatan berkembang, utara juga berkembang, seharusnya Pemerintah bisa lebih sigap. Atau mungkin etos disiplin kerja yang kurang dan tidak ahli dibidang, itu yang repot. Akan tetapi Pemerintah harus tetap menyediakan lapangan pekerjaan, agar jumlah PMI asal Loteng tidak terus meningkat.

“Dengan pengembangan kawasan wisata di wilayah selatan dan wilayah utara harusnya mampu menyerap tenaga kerja lokal,” tutupnya. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *