H. Zamroni Aziz Penghulu Merupakan Tokoh Penting di Tengah Masyarakat

Mataram, kabarntb.id – Peran vital Penghulu di tengah masyarakat tak hanya sebatas ‘menghalalkan’ pernikahan. Lebih dari itu, mereka adalah pilar sosial, tokoh kunci, dan perpanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan moral bangsa.

Pesan tegas ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi NTB, H. Zamroni Aziz, saat membuka kegiatan Pembinaan Penghulu Se-Pulau Lombok yang digelar oleh Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kanwil Kemenag NTB. Acara penting yang dihadiri 30 Penghulu dari seluruh Pulau Lombok ini berlangsung pada Rabu, 10 Desember 2025, di salah satu hotel di kota Mataram.

H. Zamroni Aziz Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para penghulu yang bertugas di garis depan pelayanan.

“Peran dan fungsi Penghulu ini luar biasa. Tidak hanya sekadar bagaimana menghalalkan, akan tetapi peran dan fungsi secara sosial Penghulu itu luar biasa dan tidak ada Penghulu yang tidak menjadi tokoh di masyarakat,” ujar H. Zamroni Aziz, menekankan posisi strategis para peserta.

Zamroni juga mengakui bahwa Penghulu telah membuktikan pemahaman yang mendalam terhadap tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) mereka. Pengalaman luar biasa yang terhimpun di lapangan telah menjadikan mereka sosok yang mampu membaca dan mengetahui karakter masyarakat secara presisi. Kakanwil Kemenag NTB juga menyoroti kualitas pribadi yang wajib dimiliki oleh setiap Penghulu.

“Penghulu memiliki kecerdasan, memiliki pemahaman agama yang kuat dan bagus. Mereka adalah perpanjangan tangan Kementerian Agama, perpanjangan tangan pemerintah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Zamroni Aziz menyampaikan harapan besar agar para Penghulu yang bertugas di wilayah kerja masing-masing dapat berperan sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama dan perpanjangan tangan pemerintah.

Tugas utama mereka kini meluas, termasuk membantu para penyuluh agama dalam menyiarkan program-program pemerintah. Sinergi menjadi kata kunci utama dalam pembinaan kali ini. H. Zamroni Aziz secara khusus meminta para Penghulu untuk menjalin kerjasama yang erat dengan rekan sejawat mereka.

“Kami berharap Penghulu bisa berjalan bersama dengan penyuluh-penyuluh agama yang saat ini para penyuluh agama sudah berkantor di KUA masing-masing,” pintanya, menandakan era baru kolaborasi yang terpusat di Kantor Urusan Agama (KUA).

Selain sinergi internal, Kakanwil juga menginstruksikan para Penghulu untuk Membangun Silaturahmi Intensif dengan Pemerintah Desa dan Lurah sebagai garda terdepan pemerintahan. Turut Membantu Menyukseskan Pelaksanaan Ibadah Haji di wilayah masing-masing, Terus Melakukan Komunikasi dan Koordinasi aktif dengan Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag NTB.

Penutupan sambutan ditandai dengan apresiasi tulus atas kerja keras dan kinerja para Penghulu di tengah masyarakat, yang telah menjaga marwah Kementerian Agama dan memberikan pelayanan prima kepada umat. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memantapkan peran Penghulu sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan dan sosial di NTB. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *