Mataram, kabarntb.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB H. Zamroni Aziz membuka kegiatan Dialog Ormas Islam dan Kepemudaan Islam di Hotel Puri Indah Kota Mataram, Kamis 9 Maret 2023.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Bimas Islam H. Azharudin dan Subkor Penais serta peserta kegiatan dari tokoh agama dan perwakilan dari ormas kepemudaaan Islam se NTB sebanyak 30 orang dan secara khusus istri wakil bupati dompu Ny. Eri Ariani turut hadir mengikuti acara.
H Zamroni Aziz dalam sambutannya mengatakan saat ini Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi perhatian penting karena situasi dan kondisi yang Aman dan Nyaman untuk dikunjungi.
“Provinsi NTB saat ini bisadikatakan aman dan nyamannya untuk dikunjungi. Ini terbukti dengan suksesnya event – event International di selenggarakan dan juga terlihat dari banyaknya provinsi-provinsi lain termasuk pemerintah pusat yang ingin hadir dan berkunjung ke Pulau Lombok ataupun pulau Sumbawa untuk melaksanakan kegiatan rapat kerja, rapat koordinasi dan kegiatan lainnya di NTB. Aman dan Nyamannya Provinsi NTB tidak Lepas dari peran serta Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Pemuda di NTB,“ Ungkap Zamroni.
Lebih jauh Zamroni memaparkan peran tokoh masyrakat dan kepemudaan yang terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang menjaga keamanan dan kenyamanan sangat penting.
“NTB saat ini aman dan nyaman sehingga provinsi-provinsi lain termasuk orang-orang Jakarta selalu menginginkan untuk hadir ditengah-tengah dipulau NTB (Pulau Lombok dn Sumbawa). Ini semua tercipta karena peran semua elemen masyarakat termasuk tokoh agama, masyarakat dan pemuda,” ujarnya
Selain itu Kakanwil Kemenag Provinsi NTB Termuda di Indonesia ini menyampaikan aman dan nyamannya NTB tidak terlepas dari peran peran Ormas Islam dan Kepemudaan Islam yang ada di Lombok dan Sumbawa. Ormas Islam dan Kepemudaan Islam yang ada memberikan layanan terbaik dan rasa nyaman kepada tamu dan masayarakat yang ada di NTB. Selain itu Ormas juga berperan penting memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga Nusa Tenggara Barat agar tetap aman dan nyaman.
Kementerian Agama adalah ruang pertemuan, aula pertemuan siapa saja bisa masuk, siapa saja bisa berinteraksi dan berkolaborasi. Hal seperti ini harus menjadi garda terdepan dalam moderasi beragama dan tunjukan kepada anak – anak kita tentang moderasi beragama sejak dini.
“Memperkenalkan kepada anak – anak bahwa di Indonesia mereka punya saudara yang beda agama yang harus bisa hidup berkembang bersama, yang harus kita ayomi dengan baik,” tutup Zamroni. (KN-01)







