Mataram, kabarntb.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, melalui Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Pakis), turun langsung memantau pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) Program Kesetaraan pada Pendidikan Keagamaan Islam (PKPPS) di sejumlah satuan pendidikan keagamaan kemarin. (26/04/2025)
Kali ini kabid Pakis dan Seksi Pondok Pesantren dan Ma’had beserta rombongan, melakukan pemantauan di Pondok Pesantren Salafiyah Abu Dzar Al-Gifari Montong Are, Kecamatan Kediri Lombok Barat.
Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam H. M. Ali Fikri, S.Ag., MM, Ketua Tim Kerja Seksi Pondok Pesantren dan Ma’had Aly H. Nasrullah, S.Ag., M.E. beserta staf Bidang PAKIS. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka melakukan pemantauan di beberapa lembaga pendidikan keagamaan sebagai penyelenggara UAN PKPPS.
Berdasarkan data yang ada bahwa total jumlah seluruh Peserta Ujian Nasional (UAN) Program Kesetaraan pada Pendidikan Keagamaan Islam (PKPPS) sebanyak 2.038 peserta di seluruh jenjang Ulya, Wustha dan Ula. Berikut Jadwal pelaksanaan UAN PKPPS yang dilaksanakan di NTB sebagaimana data yang diperoleh dari bidang PAKIS
Pemantauan ini lanjutnya, salah satu upaya untuk memastikan kelancaran dan kualitas pelaksanaan UAN, bagi peserta didik pada PKPPS. Dilihat dari sarana prasarana peserta didik masih jauh dari sempurna jika dibandingkan dengan peserta didik di sekolah negeri, tetapi dengan keterbatasan itu tidak mengurangi semangat dan antusias santri dalam mengikuti ujian.
“Kami berharap pemerintah khususnya Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bisa lebih memfasilitasi sarana prasarana yang memadai dalam pelaksanaan UAN PKPPS kedepannya karena mereka adalah putra putri negeri ini, generasi penerus bangsa yang berhak mendapat pelayanan yang adil di bawah naungan Pondok Pesantren,” katanya.
Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan proses ujian berjalan dengan tertib, sesuai regulasi, serta memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan UAN PKPPS ini berjalan sesuai prosedur dan menjunjung tinggi prinsip kejujuran serta transparansi. Ini penting sebagai bentuk validasi mutu lulusan pendidikan kesetaraan di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain mengevaluasi aspek teknis pelaksanaan ujian, tim juga melakukan dialog dengan panitia ujian, pengawas dan peserta didik guna menggali masukan dan kendala yang mungkin terjadi selama proses pelaksanaan.
Dari hasil pemantauan sementara, pelaksanaan UAN PKPPS berjalan lancar, dengan kesiapan sarana prasarana yang masih jauh memadai serta dukungan penuh dari pihak pesantren. Peserta didik juga tampak antusias dan mengikuti ujian dengan penuh semangat.
“Pemantauan ini juga menjadi bentuk pendampingan dan apresiasi kami kepada lembaga yang telah berkomitmen menyelenggarakan program kesetaraan secara profesional,” sambung H. Nasrullah Ketua Tim Kerja Pondok Pesantren dan Ma’had Aly.
Dikatakan, UAN PKPPS merupakan bagian dari proses penilaian akhir bagi santri yang mengikuti program kesetaraan pada pendidikan keagamaan Islam yang setara dengan pendidikan formal. Hasil dari ujian ini nantinya akan menjadi dasar dalam penerbitan ijazah kesetaraan oleh Kemenag.
“Kami berharap, melalui UAN PKPPS lulusan program kesetaraan di pesantren dapat memiliki pengakuan yang setara dengan pendidikan formal, serta membuka akses lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tutupnya. (Dod)






