LIDIK NTB Soroti Adanya Dugaan Permainan Sewa Ruko Milik Pemda Loteng

Lombok Tengah, Kabarntb.id – Sejumlah aset berupa bangunan ruko milik pemerintah daerah Lombok Tengah yang berada di kota Praya hingga saat ini nilai sewa ruko tersebut belum jelas, baik jumlah unitnya maupun data orang yang menyewa ruko tersebut, hal itu di sorot lembaga suwadaya masyarakat (LSM) LIDIK NTB

Sahabudin Ketua LSM LIDIK NTB mengatakan sejumlah aset milik Pemda Lombok Tengah yang ada di pusat pertokoan kota Praya biaya sewa ruko sangat kecil hanya 7 juta pertahun, yang mana menurutnya nilai itu tidak wajar jika dibandingkan dengan sewa ruko yang ada di tempat lain.

“Saya lihat Pemda Lombok Tengah tidak serius dalam menangani aset padahal aset ini berada di dalam kota, terus bagai mana dengan aset aset yang berada di luar kota praya lainnya,” Kata Budin. 28 Desember 2022.

Selain itu Budin juga menyoroti adanya pemakaian aset milik Pemda Loteng oleh salah satu toko ritail moderen di kota praya, yang mana dulu ruko itu di sewa oleh masyarkat namun sekarang ruko itu tiba-tiba di gunakan oleh pihak toko ritail moderen.

“Saya heran kok bisa tiba tiba ruko milik pemda yang ada di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan itu bisa beralih penggunaanya, jadi patut kita duga adanya permainan oper alih sewa menyewa ruko,” ujar Budin

Kalau pun ruko itu di sewa oleh pihak toko ritel moderen tidak jadi masalah asalkan jelas berapa nilai sewanya agar masyarakat tidak di rugikan.

“Aset ini kan milik masyarakat Lombok Tengah jadi pemda jangan semau maunya mengelola aset, ujung ujungnya masyarakat nanti yang di rugikan,” paparnya.

Sedangkan Sekjen LSM LIDIK NTB Agus Susanto berpendapat, terkait perusahaan ritel modern yang memakai aset darah untuk melakukan pelebaran sayap untuk berkembang sangat lah tidak elok, pasalnya masyarkat yang lain masib banyak yang membutuhkan ruko sebagai tempat usahanya tapi kenapa malah toko ritel moderen itu yang memanfaatkan. Sehingga dengan adanya hal itu usaha masyarakat semakin buntung dan ekonomi lemah kebawah.

“Dimana hati nurani pemerintah Loteng, harusnya berpihak kemasyarakat tapi ini malah berpihak ke pihak pengusaha luar,” ujarnya

Atas dasar itu LSM LIDIK NTB mengecam keras tindakan yang mebiarkan semakin marak perusahaaan riteil moderen yang mana semakin berkembangnya di Lombok Tengah dan ditambah lagi dengan sokongan pemerintah daerah untuk memakai aset daerah.

“Jika ini benar adanya kami LIDIK NTB mengecam keras dan akan turun aksi menyuarakan penyegelan toko retail moderen tersebut,” tutup Agus. (KN-Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *