Sukseskan Pemilu Serentak, Kemenag NTB Menerima Penghargaan Dari KPU NTB

Mataram, kabarntb.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB H. Zamroni Aziz, pada acara Rapat Konsolidasi Daerah Evaluasi Kinerja Badan Ad Hoc Pemilihan Serentak Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Provinsi NTB di salah satu horel yang berada di Kota Mataram Kamis, 23 Januari 2025 menerima Piagam Penghargaan.

Salah satu piagam penghargaan yang diterima oleh Kanwil Kemenag Provinsi NTB yaitu Piagam Penghargaan dari KPU NTB sebagai apresiasi KPU NTB kepada Kemenag Provinsi NTB. Apresiasi atas dukungan dan partisipasi dalam mensukseskan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak Tahun 2024.

Sebagai Institusi atau Lembaga Kementerian Agama yang memiliki ASN terbanyak di Provinsi NTB baik yang berada di madrasah maupun instansi dan baik yang berstatus PNS maupun honorer yang jumlahnya ribuan, H. Zamroni Aziz selaku Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB telah mampu mengajak seluruh ASN Kemenag Provinsi NTB untuk mendukung dalam mensukseskan Penyelenggaraan Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024 yang berlangsung lancar, aman dan damai.

“Alhamdulillah. Kementerian Agama Provinsi NTB mendapatkan dan menerima penghargaan langsung dari Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) NTB tadi malam,” Ungkap H. Zamroni Aziz

Seperti yang disampaikan H. Zamroni Aziz usai menghadiri acara bahwa ini adalah penghargaan kepada Kementerian Agama termasuk Kementerian Agama Kabupaten/Kota se NTB, ASN Kementerian Agama yang telah mendukung KPU NTB didalam mensukseskan Pemilihan Umum Serentak di Tahun 2024 yang berjalan dengan lancar, aman dan damai.

Hadir juga Pj Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162 WR, Kabinda NTB, Anggota Komisioner KPU NTB.

Ketua KPU NTB Mohammad Khuwalid menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut dan turut serta mensukseskan Pemilihan Umum Serentak.

“Kami dari provinsi mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran teman – teman KPU Kabupaten/Kota, teman – teman PPK, teman – teman PPS dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses demokrasi ini. KPU tidak bisa bekerja sendiri dan banyak pihak yang terlibat di dalamnya,” Tutup Ammad Khuwalid. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *