Lombok Tengah, kabarntb.id – Kondisi bangunan SMP Negeri 5 Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Lombok Tengah yang membidangi pendidikan dan kesehatan.
Ketua Komisi IV DPRD Lombok Tengah, H. Mayuki, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sekolah yang saat ini hanya memiliki sekitar 32 siswa. Kondisi tersebut dinilai tidak terlepas dari minimnya fasilitas serta kondisi sejumlah bangunan sekolah yang membutuhkan penataan dan perbaikan.
Mayuki menilai kondisi fisik sekolah menjadi salah satu faktor yang membuat orang tua enggan memasukkan anaknya ke SMPN 5 Praya Timur.
“Jadi kalau sekolahnya kumuh dan bangunannya tidak bagus, orang tua mana yang mau memasukkan anaknya di sini,” ujar Mayuki saat meninjau sekolah tersebut. Selasa, 1 September 2026.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih terhadap sekolah yang mengalami keterbatasan sarana dan prasarana. Sebab, lingkungan sekolah yang layak dan nyaman menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Atas kondisi tersebut, Komisi IV meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah segera menurunkan tim perencanaan untuk melakukan pendataan dan menentukan bagian bangunan serta fasilitas yang paling mendesak untuk diperbaiki.
Mayuki berharap kebutuhan penataan SMPN 5 Praya Timur dapat mulai diakomodasi melalui anggaran perubahan tahun 2026.
“Perlu direncanakan dengan baik, mana yang harus menjadi prioritas untuk diperbaiki terlebih dahulu. Jangan sampai sekolah ini terus dibiarkan dalam kondisi seperti sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, Drs. Lalu Rupawan Joni, sebelumnya menyampaikan harapannya agar bangunan SMPN 5 Praya Timur dapat segera direhabilitasi.
Menurutnya, perbaikan sarana dan prasarana sekolah sangat penting agar para siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman.
“Kami sangat berharap bangunan SMPN 5 Praya Timur bisa direhabilitasi, sehingga siswa-siswi merasa nyaman saat mengikuti proses belajar mengajar,” ujarnya.
Dengan kondisi jumlah siswa yang masih sangat minim, pembenahan sekolah dinilai menjadi langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan minat orang tua menyekolahkan anaknya di SMPN 5 Praya Timur. (Dod)






