H.L Idham Khalid Apresiasi Terobosan SMPN 1 Praya Tengah, Program Tahfiz Dinilai Jadi Contoh Penguatan Karakter Siswa

Lombok Tengah, kabarntb.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Tengah, H. Lalu Idham Khalid, memberikan apresiasi terhadap berbagai terobosan yang dilakukan SMPN 1 Praya Tengah dalam membina peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler, khususnya program tahfiz Al-Qur’an.

Menurut Idham Khalid, keberadaan kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam proses pendidikan karena tidak semua potensi siswa dapat dikembangkan hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Karena itu, sekolah perlu memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat, minat dan karakter melalui kegiatan positif.

Ia menilai program pondok tahfiz selama 40 hari yang diterapkan SMPN 1 Praya Tengah merupakan salah satu inovasi yang patut diapresiasi. Selain membangun kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, program tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab dan karakter religius peserta didik.

“Ini langkah yang sangat baik. Sekolah tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter anak-anak. Program seperti tahfiz ini menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki prestasi sekaligus akhlak yang baik,” ujar Idham Khalid.

Ia mengatakan, pola pembinaan yang dilakukan SMPN 1 Praya Tengah dapat menjadi salah satu contoh bagi sekolah lain di Lombok Tengah untuk terus mengembangkan program-program positif sesuai potensi dan kebutuhan peserta didik.

Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakteristik dan potensi masing-masing. Namun, semangat untuk memberikan pembinaan secara maksimal kepada siswa harus menjadi komitmen bersama.

“Kita berharap apa yang dilakukan SMPN 1 Praya Tengah ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain. Tidak harus sama persis, tetapi semangatnya bagaimana sekolah mampu melihat potensi anak kemudian memberikan ruang dan pembinaan agar potensi itu berkembang,” katanya.

Idham Khalid juga mengapresiasi keberanian pihak sekolah mengembangkan konsep pendidikan berasrama bernuansa pondok pesantren. Menurutnya, program tersebut membutuhkan komitmen, kesiapan tenaga pembina dan pengawasan yang serius karena siswa berada dalam lingkungan sekolah selama program berlangsung.

“Ini tentu tidak mudah. Ketika anak-anak mengikuti program selama 40 hari, sekolah memiliki tanggung jawab yang besar. Karena itu, saya mengapresiasi komitmen kepala sekolah dan seluruh guru yang mau memberikan pendampingan secara intensif kepada peserta didik,” ungkapnya.

Selain tahfiz, ia mendorong SMPN 1 Praya Tengah untuk terus mengembangkan berbagai ekstrakurikuler lainnya, baik di bidang olahraga, seni budaya, pramuka, pencak silat, olimpiade maupun kegiatan pengembangan bakat lainnya.

Idham Khalid menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pendidikan tidak semata-mata dilihat dari nilai akademik. Lebih dari itu, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan, percaya diri, disiplin, berkarakter dan mampu bersaing.

“Pendidikan bukan hanya mencetak anak yang pintar, tetapi juga mencetak anak yang memiliki karakter, akhlak dan keterampilan. Kalau akademiknya bagus, karakternya baik, kemudian memiliki keterampilan dan prestasi, tentu itu yang kita harapkan dari lulusan sekolah kita,” tegasnya.

Apresiasi tersebut disampaikan seiring dengan pelaksanaan program pondok tahfiz selama 40 hari di SMPN 1 Praya Tengah yang tahun ini diikuti sebanyak 17 santriwati. Program sekolah berasrama bernuansa pondok pesantren tersebut diawali dengan prosesi serah terima santriwati dari orang tua kepada pihak sekolah. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *