LOMBOK TENGAH, kabarntb.id – Persaingan ketat mewarnai Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Prai Meke, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, tahun 2026. H. Ilham Mahmudi berhasil menempati posisi teratas setelah mengungguli tiga kandidat lainnya dalam rekapitulasi perolehan suara di enam Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Menariknya, kemenangan H. Ilham Mahmudi berlangsung dengan selisih yang sangat tipis. Ia berhasil mengumpulkan 843 suara, hanya terpaut tujuh suara dari Muhamad Ripai yang memperoleh 836 suara.
Selisih yang sangat tipis tersebut menunjukkan ketatnya persaingan antarkandidat dalam memperebutkan kepercayaan masyarakat Desa Prai Meke.
Berdasarkan data rekapitulasi hasil penghitungan suara, berikut perolehan masing-masing calon:
1. H. Ilham Mahmudi: 843 suara.
2. Muhamad Ripai: 836 suara.
3. H. Syarifudin: 604 suara.
4. Suhaimi: 54 suara.
Dari total hasil penghitungan, tercatat sebanyak 2.337 suara sah dan 22 suara tidak sah. Sehingga jumlah keseluruhan suara yang masuk mencapai 2.359 suara.
Persaingan Ketat, Persatuan Harus Tetap Terjaga
Pilkades Prai Meke tahun 2026 menjadi gambaran bahwa demokrasi di tingkat desa berlangsung dengan dinamika dan persaingan tersendiri. Selisih tujuh suara antara dua kandidat teratas menjadi salah satu catatan menarik dalam kontestasi politik desa kali ini.
Namun, lebih dari sekadar angka kemenangan, Pilkades juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.
H. Ilham Mahmudi selaku Kepala Desa Prai Meke terpilih menyampaikan bahwa hasil Pilkades tersebut merupakan amanah dan kepercayaan masyarakat yang harus dijaga serta dipertanggungjawabkan.
Ia berharap seluruh masyarakat Desa Prai Meke dapat kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai.
“perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi dan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah hubungan persaudaraan mari kita bersama sama merajut persaudaraan demi terwujudnya desa yang maju dan berprestasi,” ujar H. Ilham
Baginya, setelah Pilkades berakhir, tidak ada lagi perbedaan nomor urut maupun kelompok pendukung. Seluruh masyarakat merupakan satu keluarga besar Desa Prai Meke yang harus bersama-sama membangun desa menuju masa depan yang lebih baik.
Siapa pun yang sebelumnya menjadi pilihan, seluruh masyarakat kini diharapkan dapat kembali bersatu. Perbedaan dukungan politik hendaknya tidak menjadi penghalang untuk menjaga hubungan kekeluargaan dan keharmonisan antarwarga.
“Untuk seluruh elemen masyarakat, mari kita saling merangkul termasuk para pendukung calon lainnya, demi mewujudkan pemerintahan desa yang terbuka, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta mendorong pembangunan yang merata,” tutup H. Ilham. (Dod)






