Efek MotoGP Mandalika, Investasi Vila dan Fasilitas Balap Kian Dilirik

LOMBOK TENGAH, KABARNTB.ID – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), semakin menarik perhatian investor asing. Setelah menjadi tuan rumah ajang balap motor internasional MotoGP, kawasan pariwisata tersebut kini dilirik investor asal Spanyol untuk pengembangan akomodasi wisata hingga fasilitas pendukung olahraga otomotif.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka, mengungkapkan bahwa minat investor terhadap Mandalika terus berkembang. Sejumlah proyek vila dan hotel resor baru sedang dibangun maupun dipersiapkan untuk memperkuat daya tarik kawasan tersebut.

Menurut Troy, kehadiran pembalap dunia, khususnya dari Spanyol, dalam ajang MotoGP turut memperkenalkan potensi Mandalika kepada pasar internasional.

Beberapa proyek yang menjadi perhatian di antaranya Alkasaba atau Rumah ITDC, serta pengembangan vila seperti Satori Villa dan Sidharta Villa.

Meski demikian, realisasi investasi membutuhkan proses dan harus mengikuti ketentuan yang berlaku di kawasan tersebut.

Dampak MotoGP Tembus Rp5,2 Triliun

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 juga disebut memberikan dampak ekonomi yang besar bagi NTB. Berdasarkan data yang disampaikan Troy, dampak ekonomi ajang tersebut mencapai Rp5,2 triliun, melampaui target awal sebesar Rp5 triliun.

Jumlah penonton yang hadir langsung di Sirkuit Mandalika tercatat sebanyak 157.875 orang, meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Lonjakan kunjungan tersebut turut menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, kerajinan, hingga penjualan suvenir.

Tingkat hunian hotel di kawasan Mandalika dilaporkan mencapai 100 persen. Sementara itu, okupansi hotel di Kota Mataram berada pada kisaran 95 hingga 100 persen selama periode penyelenggaraan.

Kunjungan wisatawan juga tercatat mencapai 1,21 juta berdasarkan rekapitulasi data tim ITDC, atau meningkat sekitar 26 persen.

Ribuan Tenaga Kerja Lokal Terlibat

Dampak penyelenggaraan MotoGP tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.

Troy menyebut sekitar 3.900 tenaga kerja di NTB terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP 2026. Selain itu, sebanyak 437 marshal turut mendukung kelancaran balapan.

Keterlibatan perempuan lokal sebagai marshal juga meningkat. Jumlah marshal perempuan asal NTB bertambah dari sembilan orang menjadi 20 orang.

Sejak 2021, aktivitas pengembangan Mandalika disebut telah menyerap 3.198 tenaga kerja berdasarkan data yang dipaparkan.

Sirkuit Mini dan Sekolah Balap Disiapkan

Selain pengembangan akomodasi wisata, fasilitas otomotif juga menjadi bagian dari rencana pengembangan Mandalika.

Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan sirkuit mini seluas sekitar tiga hektare, dilengkapi fasilitas pit building dan rencana sekolah balap.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas aktivitas otomotif di luar agenda MotoGP sekaligus membuka peluang pembinaan pembalap dan kegiatan olahraga bermotor lainnya.

Di sisi lain, konsep wisata dengan pengalaman menyaksikan balapan dari vila juga mulai menarik perhatian. Salah satunya Miti Miti Villa, yang menawarkan pengalaman menginap dengan pemandangan langsung ke area Sirkuit Mandalika.

Konektivitas dan Pariwisata Ikut Terdongkrak

Peningkatan kunjungan selama MotoGP turut didukung oleh konektivitas transportasi. Pada periode penyelenggaraan 2026, tercatat 66 penerbangan tambahan untuk sejumlah rute, termasuk Lombok–Jakarta dan Lombok–Bali.

Transportasi laut dari Surabaya juga mengalami peningkatan okupansi sekitar 25 persen.

Troy turut menilai kehadiran pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Aji, menjadi salah satu faktor yang menarik minat masyarakat untuk menyaksikan balapan secara langsung.

Sementara itu, tingkat kepuasan pengunjung tercatat mencapai skor 4,56, melampaui target 4,4 berdasarkan survei yang disampaikan penyelenggara.

Dengan meningkatnya minat investor, pengembangan akomodasi, fasilitas otomotif, serta konektivitas transportasi, Mandalika diharapkan tidak hanya ramai saat MotoGP berlangsung, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata internasional sepanjang tahun.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan investasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama melalui penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *