Dipimpin Bambang, PDAM Loteng Raih Penghargaan Administrasi Terbaik dari BPJS Ketenagakerjaan

Lombok Tengah, Kabarntb.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah (Loteng) di penghujung tahun 2022 ini menyabet penghargaan sebagai Administrasi Terbaik dari BPJS Ketenagakerjaan. Capaian tersebut tidak terlepas dari Indikator kinerja utama PDAM yang mengacu pada audit keuangan dan kinerja oleh BPKP.

Bambang Supratomo Dirut PDAM Lombok Tengah mengatakan penghargaan ini merupakan hasil kerja tim yang selalu bekerjasama dalam menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga apa yang di capai hari ini patut di sukuri, namun tidak menutup kemungkinan masih banyak hal hal yang perlu di benahi PDAM Lombok Tengah untuk mencapai tujuan yang lebih baik kedepan.

“Alhamdulillah berdasarkan audit KAP, PDAM TIARA sudah WTP. Untuk penilaian kinerja tahun ini juga, alhamdulillah predikatnya sudah sehat,” kata Bambang

Bambang menambahkan capaian ini bukan lah yang terakhir tetapi ini merupakan awal yang baik dari apa yang di harapkan teman-teman di PDAM Lombok Tengah yang bekerja secara tim.

“Kita di PDAM Loteng bekerja secara tim sehingga apa yang kita kerjakan terasa ringan dan membuahkan hasil,” ujarnya

Dilanjutkannya, dengan adanya indikator penilaian beberapa lembaga audit tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan pelayanan dari PDAM Lombok Tengah.

“Tapi tentu akan terus kita tingkatkan lagi. Karena dalam pemetaan internal, kami masih banyak wilayah yang belum optimal dipengaruhi oleh faktor elevasi,” tandasnya.

Sehingga, untuk meningkatkan kualitas pelayanan PDAM, dirinya berencana akan membuat pengembangan SPAM Zona Barat demi bisa terpenuhinya K3.

“Secara teknis memang reservoar sudah di desain sedemikian rupa. Namun karena jumlah produksi menurun, tentu mengakibatkan jumlah distribusinya juga menurun,” tegasnya

Akibatnya sambung Bambang, air yang sampai bak reservoar tidak maksimal sehingga mempengaruhi tekanan ke wilayah yang elevasi tinggi. Untuk itu, dirinya memohon doa supaya tahun 2023 Investasi PDAM bisa fokus pada peningkatan produksi dan menurunkan kebocoran. Karena saat ini pihaknya masih devisit 110 Liter/detik, sehingga kalau mau menormalkan harus bisa terpenuhi.

“Mudahan tidak ada halangan, tahun depan PDAM bisa dapat bantuan pengembangan SPAM Zona Barat. Jika hal itu terealisasi, PDAM Loteng bisa menambah debit produksi diperkirakan sekitar 200 lt/dt sehingga kekurangan produksi bisa terpenuhi untuk pelayanan PDAM lebih optimal,” Tutup Bambang. (KN-Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *