H Zamroni Aziz Terima Wakaf Tanah 96 Are Untuk Ponpes NW Pelambik “Tak Ada Tanah Semen Pun Jadi”

Lombok Tengah, kabarntb.id – Bertempat di Pondok Pesantren Nurul Wathan (NW) Pelambik, acara Tasyakuran, pelepasan dan kenaikan kelas berlangsung dalam suasana penuh keagungan dan kesakralan. Hadir dalam acara tersebut santri dan santriwati serta wali murid, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Pelambik, kepala KUA Praya Barat Daya dan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, yang turut menyimak sambutan penuh hikmah dari H. Syukri. Sabtu 15 Juni 2024.

Acara ini juga berlangsung dengan berbagai rangkaian, tasyakuran pelepasan santri dan santriwati serta Penyerahan wakaf tanah untuk pondok pesantren Nurul Wathan (NW) Pelambik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB H. Zamroni Aziz dalam sambutannya, menyampaikan, ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada H. Zarkasy, yang dengan ikhlas mewakafkan tanahnya sebanyak 96 are, demi pengembangan Pondok Pesantren NW Pelambik.

“Tidak ada tanah, semen pun jadi,” cetus H Zamroni saat menyampaikan ucapan terimakasih di hadapan tamu undangan.

Foto : H Zamroni Azis saat serah terima wakaf tanah Ponpes NW Pelambik
Foto : H. Zamroni Azis saat serah terima wakaf tanah Ponpes NW Pelambik

Pada momen yang istimewa ini, H. Zamroni memanggil salah satu santri, bernama Anggun Sri Dewi, untuk naik ke panggung bersama ibunya. Anggun, silakan sujud kepada ibu sebagai bentuk terima kasih dan penghormatan. Sujud ini adalah simbol betapa besar bakti kita kepada orang tua.

Bapak dan Ibu yang saya hormati, bagaimana caranya berbakti kepada orang tua?. Berbakti kepada orang tua adalah kunci keberhasilan dalam hidup sebagai mana Rasulullah SAW selalu menekankan pentingnya menghormati dan memuliakan kedua orang tua.

“Lihatlah bagaimana Anggun mencium kaki ibunya dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang sebagai contoh nyata bagi kita semua,”ujar Zamroni

Alhamdulillah, kita juga patut bersyukur bahwa tahun ini kita berhasil meluluskan 165 santri. Ini adalah bukti kerja keras para santri, guru, dan orang tua.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pendidikan dan pengembangan santri-santri ini,” tengasnya.

Ada dua konsep utama untuk menjadi orang sukses. Pertama, taat kepada orang tua. Kedua, taat kepada guru. “Insya Allah, dengan taat kepada kedua orang tersebut, kesuksesan akan selalu menyertai kita,” Imbuhnya

“Oleh karena itu, mari sama sama berkomitmen untuk selalu menghormati dan taat kepada orang tua dan guru, karena merekalah yang menjadi fondasi utama keberhasilan kita,” Sambungnya.

Zamroni tidak hanya sekadar berkunjung, tetapi juga memberikan hadiah kepada para santri sebagai bentuk apresiasi dan dukungan

Menurut Zamroni, memberikan hadiah kepada para santri merupakan bukti nyata kecintaannya terhadap anak-anak di pondok pesantren. Dirinya berharap bahwa hadiah-hadiah tersebut dapat memacu semangat para santri untuk terus belajar dan berkembang dalam berbagai bidang ilmu.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara para santri dengan masyarakat luar. para santri diharapkan merasa lebih bersemangat dan termotivasi untuk mencapai cita-cita mereka.

Zamroni mengungkapkan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bisa menjadi contoh bagi orang lain untuk peduli dan memberikan perhatian kepada anak-anak di pondok pesantren.

“Anak-anak adalah generasi penerus, dan sudah sepatutnya kita memberikan yang terbaik untuk mereka,” tutur Zamroni.

Dengan langkah kecil ini, H. Zamroni berharap dapat memberikan dampak positif dan inspirasi bagi banyak pihak, khususnya dalam hal mendukung pendidikan di pondok pesantren. Dan Zamroni juga memberikan sumbangan 50 sak Semen secara pribadi.

H. Syukri Pimpinan Ponpes Nurul Whatan (NW) Pelambik juga menyampaikan pentingnya meneladani para jamaah haji yang saat ini sedang berada di Arafah. “Kegiatan wukuf di Arafah adalah puncak dari rangkaian ibadah haji yang sangat sakral. Kita harus bisa mengambil hikmah dari setiap langkah yang dilakukan oleh para jamaah haji di tanah suci,” ujar H. Syukri.

Selain itu, H. Syukri juga menyampaikan pesan khusus mengenai pentingnya berkhidmat dalam menjalankan tugas, sebagaimana yang saat ini dilakukan oleh Ibu Megawati Lestari.

“Ibu Megawati Lestari sedang bertugas dalam melayani tamu-tamu Allah. Kita harus ikut mendoakan agar beliau dan semua petugas lainnya diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan amanah ini,” tambah H. Syukri.

Acara ini juga bertujuan untuk memotivasi santri dan santriwati agar selalu meningkatkan semangat dalam beribadah dan menuntut ilmu. Menurut H. Syukri, para santri dan santriwati adalah generasi penerus yang harus dipersiapkan dengan baik, baik dari segi spiritual maupun intelektual.

“Pondok pesantren ini adalah wadah untuk membentuk karakter yang kuat dan dasar spiritual yang kokoh,” ujarnya.

Mendengar hal itu santri dan santriwati yang hadir tampak khidmat dan antusias mendengarkan setiap pesan yang disampaikan. Mereka diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari acara ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di pesantren maupun di luar pesantren.

Untuk di ketahui acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Abdul Karim dipondok pesantren, memohon keberkahan dan kemuliaan atas setiap langkah yang diambil oleh para jamaah haji di Arafah serta keselamatan bagi Ibu Megawati Lestari serta para petugas lainnya. (KN-Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *