Lalu Tajir Bareng Amaq Ohan Dengar Curhatan Inaq Kembar Tingal di Gubuk Reot

Lombok Tengah, kabarntb.id – Persoalan masih tingginya angka kemiskinan dan rumah tidak layak huni (RTLH) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi sorotan sejumlah pihak. Kali ini salah satu contoh rumah Inaq Kembar 75 tahun asal Dusun Bunjeruk Dalam Desa Bunjeruk Kecamatan Jonggat yang tidak layak huni seakan – akan luput dari parhatian pemerintah setempat.

Dari pantauan media ini rumah Inaq Kembar hanya berukuruan sekitar 3×3 M² berdindingkan karton bekas dan potongan triplek bekas, tampak romboh bila di terjang angin. Ironinya gubuk reot yang di tempati Inaq Kembar itu luput dari perhatian pemerintah meski keberadaannya tepat dipinggir jalan kabupaten.

Inaq Kembar 75 tahun di hadapan Lalu Tajir Sahroni menyampaikan keluh kesahnya selama tinggal di gubuk reot, ia berharap ada orang yang bisa membantu dirinya mewujudkan impiannya untuk memiliki rumah yang layak di huni.

“Impian saya di sisa umur yang sudah di atas 75 tahun ini bisa tidur nyenyak tidak kedingan dan tidak kehujanan di saat malam tiba,” Kata Inaq Kembar.

Foto : Lalu Tajir Sahroni melihat langsung kondisi tempat tidur Inaq Kembar

Mendengar informasi  yang sangat memprihatinkan itu Lalu Tajir Sahroni Tim Relawan IQBAL – DINDA langsung bergegas turun bersama Amaq Ohan (TAC) di dampingi Babinkamtibmas Polsek Jonggat mendatangi rumah Inaq Kembar, mengecek kondisi rumah tersebut.

“Kami sangat prihatin melihat tempat tinggal Inaq Kembar yang jauk dari kata layak, hanya berdindingkan pagar lusuh dan kardus bekas,” Kata Tajir saat melihat kondisi rumah tersebut.

Kedatangan Lalu Tajir bersama Amaq Ohan (TAC) membawa secercah harapan bagi Inak Kembar, pihaknya berjanji akan mengupayakan membangun ulang rumah Inaq Kembar, namun terlebih dahulu pihaknya akan kordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan apakah sudah di usulkan di program RTLH atau tidak

“Nanti kami akan kordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan agar tidak dobel usulan, kalau memang Pemdes tidak pernah mengusulkan maka nanti kami yang akan kerjakan,” Ujar Tajir

Menurut Tajir sejauh ini memang kemiskinan ekstrim di NTB masih sangat tinggi, persoalan ini ibarat benang kusut yang tidak bisa terurai. Untuk itu persoalan ini menjadi PR bersama pemerintah daerah dengan stakeholder trekait mencari solusi agar angka kemiskinan ekstrem dan rumah tidak layak huni bisa teratasi.

“Kami Tim Relawan Iqbal – Dinda bersama TAC akan fokus membantu pemerintahan Gubernur NTB terpilih  untuk menekan tingginya angka kemiskinan ekstrim dan rumah tidak layak huni di NTB,” Tutup Lalu Tajir. (Dod)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *