Praya, kabarntb.id – Meningkatnya jumlah peserta didik di SMP Negeri 1 Praya pada Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi kebanggaan sekaligus menghadirkan sejumlah tantangan bagi pihak sekolah. Selain keterbatasan mebeler, sekolah juga masih mengalami kekurangan tenaga pendidik pada beberapa mata pelajaran. Selasa 4 Agustus 2026.
Atas dasar itu Disdik Loteng bersama Kepala SMPN 1 Praya mengajukan usulan penambahan mebeler dan guru untuk menunjang proses belajar mengajar tersebut di respon baik DPRD Lombok Tengah.
Menanggapi usulan yang disampaikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah bersama pihak SMPN 1 Praya, Ketua DPRD Lombok Tengah H. Lalu Ramdan menyatakan siap memperjuangkan kebutuhan penambahan mebeler berupa meja dan kursi bagi siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. Menurutnya, terpenuhinya sarana belajar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas pendidikan dan kenyamanan peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran.
“Aspirasi tersebut akan menjadi perhatian DPRD dan diupayakan untuk diakomodasi melalui alokasi dana Pokok Pikiran (Pokir) sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran daerah. Dengan demikian, kebutuhan meja dan kursi di SMPN 1 Praya diharapkan dapat segera terpenuhi sehingga seluruh siswa baru dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lebih nyaman dan optimal,” Ujar Ramdan.
H. Ahmad Rahman, Kepala SMPN 1 Praya, sebelumnya mengatakan, dengan jumlah siswa yang kini mencapai sekitar 1.200 orang, kebutuhan sarana dan prasarana, khususnya meja dan kursi belajar, ikut meningkat sehingga sekolah harus melakukan berbagai upaya agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.
“Alhamdulillah, minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Praya terus meningkat. Namun, dengan bertambahnya jumlah siswa, kami sedikit kewalahan dalam memenuhi kebutuhan mebeler. Karena itu, kami sudah menjalin komunikasi dengan Ketua DPRD Lombok Tengah agar kebutuhan tersebut dapat dianggarkan melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Lombok Tengah,” ujarnya.
Selain persoalan sarana, SMPN 1 Praya juga menghadapi kekurangan tenaga pendidik. Kondisi tersebut terjadi karena sejumlah guru telah diangkat menjadi kepala sekolah di tempat lain, sementara beberapa lainnya memasuki masa pensiun.
Saat ini, kebutuhan paling mendesak adalah guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Sekolah baru memiliki dua guru PAI, idealnya membutuhkan tiga hingga empat orang untuk melayani seluruh peserta didik.
“Untuk guru PAI saat ini baru ada dua orang, sementara kebutuhan kami minimal tiga hingga empat guru. Alhamdulillah, kami sudah mengajukan permohonan kepada BKSDM agar segera mendapatkan tambahan guru,” jelasnya.
Tak hanya guru PAI, sekolah juga masih membutuhkan tambahan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna mendukung pembelajaran yang semakin berkembang di era digital.
“Pihak sekolah berharap pemerintah daerah bersama DPRD Lombok Tengah dapat terus bersinergi dalam memenuhi kebutuhan sarana maupun tenaga pendidik agar kualitas layanan pendidikan di SMPN 1 Praya tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahunnya,” tutup H. Ahmad. (Dod)






